Virus corona telah mengintai kesehatan manusia sejak awal tahun 2020. Tersebar di berbagai belahan dunia, kabarnya virus ini berhasil bermutasi menjadi lebih ganas. Benarkah begitu?

Mutasi virus corona yang meresahkan adalah virus D614G. Namun, tak perlu khawatir berlebih! Pasalnya Prof Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi, telah berbincang dengan petingginGISAID atau umumnya dikenal sebagai bank data virus influenza dunia. Prof Bambang mengatakan belum ada bukti yang jelas mengenai mutasi virus D614G yang meresahkan.

"Kami baru saja melakukan komunikasi langsung dengan presiden GISAID yang melakukan analisa terhadap virus SARS-CoV-2 ini. Dan disampaikan bahwa tak ada bukti atau belum ada bukti bahwa virus ini lebih ganas dan lebih berbahaya," imbuhnya saat konferensi pers di BNPB, Rabu (2/9/2020).

Selain itu, Prof Bambang juga menjelaskan kabar mutasi virus D614G  memiliki karatker yang sama dengan virus SARS-CoV-2, penyebab infeksi COVID-19.

Baca Juga: Apa Itu Mini Lockdown?

"Pada intinya beliau menyampaikan bahwa mutasi D614G ini sama dengan virus SARS-CoV-2 yang kita alami selama ini. Artinya belum ada bukti baik terhadap penyebaran maupun keparahan dari penyakit Covid-19 itu sendiri," bebernya.