Siapa disini yang belum pernah mengalami patah hati? Hampir semua orang pasti mengatakan pernah mengalaminya. 

Saat kamu putus cinta atau ditolak, tentu saja rasanya seakan hati benar-benar patah dan dunia seakan runtuh.

Namun, perlu diketahui kalau patah hati tidak hanya mempengaruhi psikis dan hati kami lho! Patah hati juga dapat berdampak bagi fisik kamu. Kok bisa ya?

Situasi ini disebut sebagai Broken Heart Syndrome atau sindrom patah hati. Sindrom patah hati ini terjadi saat seseorang mengalami stres yang berat diakibatkan oleh patah hati. Sindrom ini dapat menunjukkan gejala seperti serangan jantung dan tentunya akan berakibat buruk bagi tubuh.

Melansir dari Nationalgeographic.grid.id (4/9/2020), seorang ahli jantung, Harmony Reynolds mengatakan bahwa sindrom patah hati ini dapat didiagnosis pada 1-2% pasien yang ingin berkonsultasi karena menunjukkan gejala serangan jantung.

Sindrom patah hati ini akan membuat penderitanya memiliki kelainan pada fungsi otot jantung.

Biasanya kerusakan yang terjadi pada otot-otot jantung akan berangsur membaik setelah beberapa minggu atau beberapa bulan. Namun, tidak menutup kemungkinan juga sindrom patah hati ini akan mengakibatkan penderitanya mengalami sakit jantung dan stroke. Seram,ya!.

Cara yang tepat untuk mengobati sindrom patah hati ini adalah melupakan semua masa lalu yang membuat kamu patah hati. Cara ini dapat dilakukan dengan melakukan meditasi, yoga atau membaca buku supaya pikiran kamu lebih jernih.

Selain itu juga, cobalah curhat dengan teman atau orang-orang terdekat kamu supaya enggak menanggung rasa sakitnya sendiri. Setidaknya dengan menceritakan masalahmu dengan teman-teman kamu, kamu akan merasa ada yang mendukungmu dan lebih semangat lagi.

Baca Juga: Wanita Perlu Tahu, 3 Karakter Pria yang Bikin Sakit Hati, Waspada Ya!

Sudah tahu kan bagaimana bahayanya patah hati? Beauty, masih mau patah hati?