Nasib malanbg terjadi pada seorang wanita karena dirinya harus mengikhlaskan salah satu tas mahal miliknya yang sudah dia beli secara daring namun malah dihancurkan oleh petugas Bea Cukai Australia karena dianggap enggak memiliki izin.

Diketahui tas tersebut berasal dari brand Saint Laurent di Prancis. Memiliki harga sekitar Rp280 Juta dengan bahan kulit buaya. Ketika sampai di Perth, tas tersebut ternyata dilarang untuk keluar dari bandari karena si wanita enggak memberikan sebuah izin resmi kepada petugas.

Menurut artikel yang dilansir (04/09/2020) dari BBC, hal ini yang akhirnya membuat wanita tersebut harus memberikan tas mahalnya kepada petugas bBea Cukai untuk dimusnahkan.

Kasus ini memang sering terjadi di Australia, karena negara tersebut memiliki aturan yang super ketat mengenai barang impor yang terbuat dari kulit buaya. Jika barang tersebut memang memiliki izin khusus dari Convention of Wild Fauna and Flora (CITES) untuk melewati bandara maka barang akan aman dan bisa masuk ke perbatasan Australia.

Unuk mendapatkan izin ini sendiri, kamu harus membayar dengan biaya sebesar Rp750 ribu.

Menteri Lingkungan Australia mengatakan bahwa kejadian yang terjadi pada wanita tersebut harus bisa menjadi sebuah teguran keras mengenai kegemaran masyarakat dalam membeli produk atau barang yang memiliki unsur hewani.

“Kita harus lebih bijak terhadap produk yang kita beli secara online mengingat pembatasan perdagangan produk hewan sangat penting demi melestarikan hewan-hewan yang terancam punah,” kata menteri tersebut.

Jika ada yang tertangkap melakukan impor secara illegal maka orang tersebut akan mendapatkan denda sebesar 222 ribu dolar Australia dan juga ancaman 10 tahun penjara.

Baca Juga: Tega Banget! Akibat Wanita dengan Obsesi Curi Anak, Seorang Ibu Kehilangan Janin di Kandungan!

Pemerintah Australia mengatakan, sangat berkomitmen dalam mendeteksi kasus-kasus perdagangan produk binatang yang ilegal. Barang tersebut mencakup barang fashion, material bulu, hingga cendera mata untuk turis.