Beauty, ternyata tantangan sebagai altet wanita sangat berat lho. Taukah kamu bahwa hampir sepertiga dari atlet wanita Inggris mengatakan pernah mengalami perudungan di media sosial atau cyberbullying. Bahkan para atlet wanita ini merasa kalimat-kalimat ejekan yang dilontarkan pada kolom komentar mereka, sudah mengarah ke bentuk pelecehan.

Dilansir dari laman Independetnt Senin (7/9/2020). BBC Sport baru-baru ini melakukan survei terhadap 537 atlet wanita Inggris yang mewakili 39 cabang olahraga. Survei tersebut menanyai para peserta tentang berbagai topik seperti, apakah para atlet wanita ini mendapat dukungan yang sama seperti atlet pria.

Selain itu mereka juga ditanyai tentang pengalaman di media sosial. Hasilnya mengejutkan, sebanyak 30 persen atlet wanitamengakui bahwa mereka telah mengalami cyberbullying. Jumlah ini meningkat dari survei sebelumnya di tahun 2015 yang menunjukan angka 14 persen.

Pemain internasional persatuan rugby Wales Ellinor Snowsil mengatakan ejekan tersebut kadang terasa seperti pelecehan.

"Jika seseorang terus-menerus muncul dan mengomentarisemua yang kita lakukan di kehidupan nyata, itu akan terasa sedikit aneh," katanya.

Pesepakbola Charlton Athletic, Rachel Newborough mencoba membatasi waktunya berselancar di dunia maya. Ia merasa frustasiketika ada orang asing yang mengirim pesan secara pribadi kepadanya dan rekan-rekannya yangbukan tentang sepak bola.

“Jika kamu melihat banyak atlet wanita, kebanyakan orang mengomentari bukan tentang sepak bola.Ini tentang betapa cantiknya mereka atau pakaian apa yang mereka pamerkan. Itu bagus, tapi kami juga ingin diberi tahu bahwa kami hebat dalam sepak bola," Katanya.

Pemain Dart, Deta Hedman mengatakan, setelah kalah dalam pertandingan dia dilecehkan secara rasial dan disumpahi agar terkena kanker dan mati. Seorang joki wanita juga mengatakan ia pernah diejek terlalu gemuk saat jatuh dari kuda dan orang itu bilang semoga kudanya baik-baik saja.

Menteri Olahraga Nigel Huddleston memaparkan bahwa beberapa tahun terakhir olahraga wanita mulai diakui di tingkat global namun ironisnya juga diimbangi dengan peningkatan pelecehan terhadap atlet wanita di media sosial.

Baca Juga: Tega!! Seorang Ibu Pukuli Anaknya karena Tak Paham Pelajaran

“Kami berencana membuat platform online lebih aman bagi pengguna dan kami akan terus terlibat untuk melihat apa saja yang bisa kami lakukan,” pungkasnya.