Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) akan dilaksanakan serentak pada bulan Desember mendatang. Di tengah masa pandemi virus corona, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat agar tetap melaksanakan pilkada dengan menaati protokol kesehetan. Bukan tanpa sebab, hal itu dilakukan agar menghindari munculnya klaster pilkada.

Di sisi lain, dr. Erlina Burhan, Sp.P (K)., M.Sc., Ph.D sekalu Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI) menyarankan untuk melaksanakan pilkada secara virtual. Pasalnya menurut dr. Erlina, kampanye pilkada akan membuat masyarakat berkumpul. Hal itu dikhawatirkan akan menyebarkan infeksi virus corona.

"Jadi kalau saya mengatakan kalau masih pilkada ini didahului dengan mengumpulkan orang banyak, maka bersiap-siaplah akan terjadi banyak klaster-klaster pilkada, seperti yang disampaikan presiden kita tadi malam bahwa mungkin ada klaster pilkada," bebernya saat konferensi pers, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga: Apa Itu Mini Lockdown?

"Bagaimana kalau kita memilihnya dengan virtual dengan memasukan pilihan kita lewat secara elektronik, saya nggak tahu apakah itu mungkin. Jadi bukan datang ke TPS lalu memasukan ke kotak suara, karena itu lagi-lagi interaksi orang," sambungnya.