Saat mendengar kata stres, tentunya kita akan berpikir bahwa stres terjadi pada orang dewasa. Nyatanya, stres bisa dialami oleh ana-anak juga, lho!

Menurut catatan lembaga konseling Personal Growth, empat daru lima anak usia 2-15 juga dapat mengalami stres. Sebanyak 40% anak-anak yang mengalami stres adalah balita dan 60% anak-anak di usia sekolah.

Penyebab dari timbulnya stres pada anak-anak ini juga sangat beragam. Namun, 82,9% penyebab stres pada anak ini dikarenakan kurangnya komunikasi dengan orang tua. Peran orang tua sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, gaya pengasuhan perlu diperhatikan. Jika orang tua memiliki sikap yang otoriter kepada anaknya dan sering mengabaikan anaknya, ini bisa menjadi gaya asuh yang menyebabkan anak mengalami stres.

Orang tua yang terlalu menekankan anaknya juga bisa membuat anak menjadi stres,lho, Moms! Meskipun hal ini dilakukan dengan tujuan yang baik agar masa depan anak menjadi cerah, jika anak tidak memiliki waktu luang dan terus ditekan setiap harinya tentu akan berpengaruh pada pola pikir anak itu sendiri.

Faktor lain yang juga membuat anak mengalami stres adalah faktor sosial dan lingkungan seperti bullying di sekolah baik verbal maupun nonverbal. Bahkan media sosial juga bisa menjadi platform anak mendapatkan bullying,lho!

Selain itu juga, penting untuk menjaga pola makan anak. Anak yang mengalami malnutrisi lebih rentan mengalami stres. 

Oleh karena itu, berikan asupan gizi yang cukup untuk anak dan berikan juga perhatian serta cobalah mengerti akan perasaan anak.

Baca Juga: Merawat Diri Bisa Redakan Stres Lho, Ini Penjelasan Psikolog

Melihat anak-anak yang belum mengerti dunia bukan berarti tidak mengalami stres,ya. Moms. Tetap tuntunlah anak agar tidak mengalami stres. Semoga bermanfaat!