Seiring berjalannya waktu, vaksin Corona Merah Putih dilaporkan sudah siap 50 persen. Hal tersebut diungkapkan oleh Prof Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi.

"Lembaga Eijkman sudah memulai upaya pengembangan vaksin dengan platform protein rekombinan dan saat ini prosesnya sudah mencapai 50 persen," imbuh Prof Bambang saat konferensi pers virtual di Sekretariat Presiden, Rabu (9/9/2020).

Selain itu, Prof Bambang juga mengatakan bahwa pada akhir tahun rencanya sudah selesai uji klinis pada hewan sehingga tahun 2021 vaksin sudah bisa diproduksi.

"Targetnya akhir tahun ini uji pada hewan sudah bisa diselesaikan. Sehingga awal tahun depan sudah bisa menyerahkan bibit vaksin tersebut kepada PT Bio Farma, untuk kemudian dilakukan formulasi produksi dalam rangka uji klinis," kata Prof Bambang.

Setelah berhasil menjalani berbagai tahapan uji klinis, bibit vaksin pun diberikan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk kembali diuji kemananannya sebelum diproduksi massal. Setelah terbukti aman, vaksin bisa diproduksi dan digunakan.

Baca Juga: Catat! Ini Kriteria Masker SNI yang Efektif Cegah Virus Corona

"Perkiraannya di bulan ke-empat 2021 kita bisa memproduksi dalam jumlah besar dan nantinya akan melengkapi vaksin COVID-19 yang awalnya akan didatangkan dari kerjasama dengan pihak luar terutama Sinovac China, G42 yang berasal dari Uni Emirat Arab (UEA)," tutupnya.