Menu

Tips Bikin Durasi Bercinta Jadi Ketagihan, Dokter Boyke Sebut Tujuh Kali Sehari, Awww

25 Juni 2022 23:25 WIB
Tips Bikin Durasi Bercinta Jadi Ketagihan, Dokter Boyke Sebut Tujuh Kali Sehari, Awww

Ilustrasi pasangan suami istri yang sedang berhubungan intim. (Google/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Banyak pasangan suami istri yang mengingkan hubungan seks tahan lama. Segala macam cara di lakukan agar hubungan ranjang jadi bergelora. Namun, sering kali ada saja yang melewati batas normal dari durasi berhubungan seks.

Seksolog Dokter Boyke Dian Nugraha SpOG MARS blak-blakan mengungkapkan soal frekuansi normal berhubungan seks bagi suami istri. Hal tersebut diungkapkan dokter Boyke dalam video yang diunggah dari Radio Sonora FM pada 14 November 2019.

Menurut seksolog itu, frekuensi yang aman dan pas untuk berhubungan seks adalah dua kali dalam seminggu.

"Lebih baik ya, satu minggu itu dua kali atau satu minggu tiga kali," kata Dokter Boyke dikutip GenPI.co, Sabtu (25/6/2022).

Namun, dokter Boyke memaklumi bila pengantin baru bisa melakukan hubungan ranjang lebih dari tiga kali sehari. Meski begitu, dokter Boyke mengingatkan agar suami istri tak berlebihan dan mengumbar nafsu berhubungan ranjang.

"Kalau terlalu sering diumbar nanti membosankan," jelas dokter Boyke.

Pria asal Bandung itu mengatakan, bahwa bermain cinta merupakan momen menyenangkan dan bisa memberikan relaksasi pada kedua pihak. Dokter Boyke mengingatkan bahwa melakukan hubungan ranjang setiap hari lebih dari dua kali akan mengurangi nilai dari aktivitas tersebut.

Baca Juga: 2 Gaya Seks Ini Tokcer Bikin Pasangan Puas di Ranjang, Dokter Boyke: Bergetar

Baca Juga: Uhhh... Main di Ranjang dengan Posisi di Atas Bikin Pasangan Cepat Basah, Ini Kata Zoya Amirin

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Oleh: Nasibah Azzahra