Tak banyak yang tahu, kanker kolorektal atau kanker usus besar sebenarnya umum diidap oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan data dari Globocan 2012, insiden kanker kolorektal di Indonesia adalah 12,8 per 100.000 penduduk usia dewasa, dengan mortalitas 9,5% dari seluruh kasus kanker.

Untuk itu, penting melakukan pencegahan guna terhindar dari penyakit kanker kolorektal dengan melakukan skrining sedini mungkin. dr. Abdul Hamid Rochanan, Sp-B-KBD, M.Kes, membeberkan beberapa indikasi skrining kanker kolorektal.

"Jadi untuk skrining, indikasinya sebenarnya tadi itu, usia 50 tahun ke atas sebaiknya dilakukan skrining, kemudian ada riwayat keluarga atau ada riwayat dirinya sendiri yang kena polip atau kanker," terang dr. Abdul saat Instagram Live Edukasi Kanker Usus Besar (Kolorektal) dalam Masa Pandemi Covid-19 di akun @cancerclubcisc, Sabtu (12/9/2020).

Tak hanya itu, dr. Abdul juga menjelaskan bahwa ada beberapa tahap untuk melakukan skrining terkait kanker kolorektal, seperti pemeriksaan fisik, tes darah hingga tes melalui alat radiologi.

"Skrining yang dilakukan meliputi pemeriksaan darah yang dicek adalah tumor marker. Kemudian dari kotoran dari feses itu kita tes paling gampang itu adalah tes darah samar, jika tes darah samar positif dilanjutkan dengan diteropong melalui dubur," imbuh dr. Abdul.

"Nah, dari skrining tersebut, yaitu pemeriksaan fisik, kita colok-colok dubur, pemeriksaan macam-macam, kemudian dari darah, kemudian dari radiologi," lanjutnya.