Moms, sewaktu anak masih kecil, ada banyak banget hal yang anak lakukan. Tapi yang anak pikirkan cuma apa yang saat itu anak jalankan saja. Anak mungkin bakal merasa ketakutan melihat badut, takut akan kegelapan, takut binatang buas, bahkan takut ke kamar mandi sendirian.

Sayangnya, ketika anak bertumbuh semakin besar dan dewasa, ketakutan yang ada ini makin bertambah dan makin kompleks. Misalnya, seseorang bakal takut akan masa depannya, takut akan penilaian orang lain akan dirinya, hingga akhirnya anak ini tumbuh dengan memenuhi standard buat masyarakat.

Hal ini sebenarnya nggak bisa buat Moms hingga diri anak ini sendiri kontrol, lho. Seseorang bakal berusaha sekeras mungkin supaya bisa memenuhi standar yang ada. Nahasnya, untuk memenuhi ekspetasi orang lain, anak atau bahkan Moms sendiri bakal mengorbankan hal-hal yang mungkin lebih penting, contohnya kesehatanmu, keluargamu hingga teman dekatmu.

Nah, Herstory menyimpulkan soal standard siapa, sih, yang sebenarnya harus dipenuhi. Simak baik-baik, ya!

1. Kecemasan

Moms, kini manusia hidup di zaman yang mana segala sesuatu punya standard masing-masing. Apapun yang dilakukan seolah sudah diatur, bahkan hak asasi manusia sendiri perlu dipertanyakan, mengingat kebebasan ini nggak pernah benar-benar ada. Apalagi di zaman ini. Makanya, ketika apa yang kamu lakukan nggak bisa memenuhi standard di masyarakat, kamu bakal merasa cemas.

2. Kekhawatiran

Kendati demikian, standard ini nggak buruk-buruk banget, Moms. Standard kenyataannya cukup penting untuk menjadi tolok ukur supaya manusia nggak berlaku seenaknya. Meskipun begitu, khawatir dengan berbagai keputusan saat kamu tahu bakal sulit untuk membahagiakan orang lain.

3. Ketakutan

Kamu terlalu takut dengan penilaian orang lain. Ketakutan inilah yang membuat kamu harus berhenti dengan siklus yang sama soal standard, dalam hal apapun itu. Kamu harus berhenti, karena takut akan penilaian orang lain. Hal ini bisa bikin kamu sulit berkembang, lho.

Jadi, kenyataannya dunia ini sudah punya banyak aturan, seperti aturan agama dan berbagai norma kehidupan. Kalau sudah terlalu banyak aturan yang ada, jangan biarkan dirimu makin tersiksa dengan standard yang dibuat oleh lingkunganmu sendiri.