Baca Juga: Viral Video Emak-Emak Gunting Bendera Merah Putih Bikin Heboh, Ternyata Ini Motifnya!

Beauty, kamu pasti sudah enggak asing dengan sosok Isabella Guzman yang mendadak viral belakangan ini. Ia ramai diperbincangkan karena tersenyum usai membunuh sang ibu dengan sadis. Parahnya lagi, ia menikam sang ibu sebanyak 151 kali. Isabella bahkan dinyatakan nggak bersalah.

Nah, keputusan inilah yang memang menjadi sorotan. Keputusan enggak bersalah diambil usai pihak pengadilan Colorado resmi menerima permohonan banding dan menyatakan Guzman mengalami gangguan jiwa.

Akhirnya ia terbebas dari penjara. Kendati demikian, Isabella dibawa ke Rumah Sakit Jiwa di Pueblo, Colorado. Akibat penyakit mental yang dideritanya, Guzman dinilai nggak bisa menentukan mana yang benar dan salah.

Dokter yang merawatnya, dr Richard Pounds mengungkapkan, Isabella mengidap schizophernia paranoia. Penyakitnya itu membuatnya sering bicara dan tertawa sendiri, lho.

"Dia sering menatap ke ruang hampa, lalu bicara dengan seseorang yang nggak terlihat, dan dia tertawa sendiri," ujar dr Richard.

Kamu pasti bingung, kan, apa itu Skizofrenia Paranoia? Berikut penjelasannya, ya!

Skizofrenia dengan Paranoia adalah contoh paling umum dari penyakit mental. Dilansir dari Healtline, gangguan ini salah satu penyakit psikosis. Kondisi ini berpegaruh banget dengan cara penderita dalam berpikir dan berperilaku.

Gangguan ini dapat muncul dengan cara dan waktu yang berbeda bahkan pada orang yang sama. Biasanya, Skizofrenia Paranoia dimulai pada akhir masa remaja atau beranjak dewasa. Ada juga yang menyebutkan dari usia 18 hingga 30 tahun, lho.

Orang dengan gangguan ini memiliki delusi paranoia mudah mencurigai orang lain. Delusi ini juga membuat penderitanya memiliki ketakutan yang parah serta kecemasan yang mendalam terhadap sesuatu yang nggak nyata.

Seseorang yang menderita gangguan ini lebih banyak fokus memikirkan bagaimana cara melindungi diri mereka dari orang-orang yang akan menyerang atau menyakitinya. Enggak jarang Skizofrenia Paranoia bisa menjadi kondisi yang kronis jangka panjang atau seumur hidup.

Namun ternyata, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya Skizofrenia Paranoia. Beberapa orang menduga bahwa kondisi ini diturunkan dari keluarga. Meskipun begitu, enggak semua penderita Skizofrenia Paranoia ini memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama.

Kendati belum diketahui penyebab pasti terkait gangguan ini, beberapa faktor diduga dapat meningkatkan risiko seseorang menderita Skizofrenia, di antaranya mengalami kelainan dan gangguan pada otak, mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen saat lahir, mengalami trauma pada masa anak-anak, seperti perundungan, pelecehan seksual, atau kehilangan orang tua.

Pengobatannya sendiri yaitu, para pengidap Skizofrenia Paranoia harus meminum obat khusus dan menghindari alkohol. Selain itu, mereka juga harus mendapatkan konseling dari psikiater dan dukungan keluarga, supaya bisa kembali seperti semula lagi.