Menu

Sering Melewatkan Sarapan Karena Takut Gemuk? Begini Penjelasan dari Ahli Diet, Beauty

04 Juli 2022 07:42 WIB
Sering Melewatkan Sarapan Karena Takut Gemuk? Begini Penjelasan dari Ahli Diet, Beauty

Ilustrasi sarapan. (pinterest/freepik)

HerStory, Jakarta —

Apakah Beauty sering melewatkan sarapan? Tak dipungkiri, sebagian orang terbiasa melewatkan sarapan, meski sudah tahu tentang manfaatnya. 

Lalu, apa yang terjadi jika Beauty sering melewatkan sarapan? Langsung aja yuk simak ulasan di bawah ini!

Melansir dari laman Genpi, Senin (4/7/2022) Mindful Diet Coach Aghniya Ilma mengatakan bahwa sarapan mampu membuat tubuh mengumpulkan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas seharian. Oleh sebab itu, Aghniya mengajurkan agar Moms tidak melewatkan kebiasaan baik ini.

Untuk menu sarapan sendiri pun bukan asal-asalan, Beauty. Hindari makanan, terutama yang berasal dari karbo, seperti nasi, roti, mi, dan lain-lain. Pasalnya, makanan-makanan tersebut hanya akan membuatmu merasa cepat lapar di siang hari.

Meski begitu, memilih tidak sarapan karena takut gemuk juga gak baik. Tidak sarapan pada pagi hari, justru membuatmu lapar dan makan berlabihan pada siang hari.

Meskipun tidak makan pada siang hari, kamu akan merasa kelaparan seharian. Masalah kesehatan, seperti maag, vertigo, darah rendah, migrain, dan sulit menurunkan berat badan, pun bisa terjadi.

Yang terpenting ialah menyehatkan pikiran terlebih dahulu. Setelah itu, kesehatan fisik akan mengikuti. 

Baca Juga: Bisa Kontrol Gula Darah, Jangan Skip Sarapan Ya! Terlebih untuk Kamu yang Miliki Diabetes...

Baca Juga: Dear Working Moms, Yuk Buat Pagi Hari Jauh Lebih Praktis dengan 4 Resep Menu Sarapan Simple Ini!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Oleh: Sri Handari