Moms, jangan panik saat anak mengalami mimisan. Keluar darah dari hidung secara tiba-tiba memang tampak mengerikan, tapi hal tersebut tak berbahaya kok Moms. Mimisan biasa terjadi pada anak usia 3-10 tahun, dibandingkan dengan orang dewasa. Karena pembuluh darah di hidung anak-anak lebih rapuh dan mudah pecah.

Pada umumnya mimisan bisa terjadi karena flu dan alergi yang sering kambuh. Penyebab lainnya, bisa juga karena pengaruh udara yang terlalu kering atau suhu yang terlalu panas, menghembuskan nafas terlalu keras saat buang ingus dan mengorek hidung terlalu dalam. Melansir dari Alodokter, Selasa (15/9/2020) Berikut langkah-langkah pertolongan petama jika terjadi mimisan pada anak.

1. Tenangkan Anak

Tenangkan anak, agar lebih mudah melakukan pertolongan. Perlihatkan kepada anak bahwa Moms bisa bersikap tenang dalam menghadapi hal ini.

2. Atur posisi duduk anak

Dudukkan anak dengan posisi kepala agak menunduk. Minta agar dia tak bersandar untuk menghindari kemungkinan darah mengalir dari saluran hidung bagian dalam ke tenggorokan, kerongkongan, atau keluar melalui mulut. Jika ini terjadi, kemungkinan dapat menyebabkan anak tersedak, batuk, atau muntah.

3. Tekan bagian hidung yang lunak

Tutup hidung menggunakan tisu atau lap bersih dengan cara menekan bagian hidung yang lunak. Tetapi, hindari memasukkan tissue atau lap ke lubang hidung. Tekan bagian hidung yang lunak tersebut selama sekitar 10 menit dengan kekuatan tekanan yang stabil.

4. Beri kompres dingin

Moms bisa memberi kompres dingin pada pangkal hidung saat menekan hidung yang mimisan. Tujuannya untuk menghentikan perdarahan. Setelah 10 menit, lepaskan. Perhatikan, apakah perdarahan sudah berhenti atau belum. Jika perdarahan belum berhenti, ulangi langkah tersebut.

Segera bawa anak ke rumah sakit jika :

  • Sudah melakukan pertolongan pertama dengan menekan hidungnya selama 10 menit, sebanyak dua kali, tetapi darah belum berhenti mengalir.
  • Anak tampak lemas dan pucat, detak jantung atau denyut nadi anak cepat, dan sulit bernapas. 
  • Darah yang keluar diperkirakan sudah terlalu banyak
  • Anak mengalami batuk atau muntah karena darah dari hidung telanjur mengalir ke kerongkongan, lalu ke mulut, dan mungkin tertelan.
  • Bagian tubuh yang lain juga berdarah, misalnya gusi.
  • Mimisan terlalu sering, yaitu lebih dari dua kali seminggu.