Beauty, feminisme sering kali disalahartikan oleh sebagian orang, apalagi di Indonesia yang masyarakatnya lahir dari tatanan patriarki. Kenyataannya, enggak semua yang orang pikiran, mungkin kamu juga, benar perihal feminisme.

Feminisme pun diperhitungkan dalam pemahaman agama Islam, kamu sudah tahu? Nah, inilah yang jadi masalah di negara kita, bahwa beberapa orang masih malas membaca sehingga membuat mereka seringkali salah dalam mengartikan sesuatu.

Apa enaknya, sih, mempercayai sesuatu hanya dari mulut ke mulut? Dilansir dari Do Something, ternyata ada beberapa fakta perihal feminisme. Fakta ini penting banget buat kamu ketahui. Jangan di skip, ya! Simak beberapa fakta feminisme berikut ini.

1. Kesetaraan gender dalam segala aspek

Feminisme didefinisikan sebagai kepercayaan pada kesetaraan sosial, politik, dan ekonomi dari jenis kelamin.

2. Perlawanan wanita

Tujuan feminisme adalah untuk menantang ketidaksetaraan sistemik yang dihadapi wanita setiap hari.

3. Bukan prinsip yang meremehkan pria

Bertentangan dengan kepercayaan populer, feminisme enggak ada hubungannya dengan meremehkan pria, pada kenyataannya feminisme nggak mendukung seksisme terhadap kedua jenis kelamin. Feminisme bekerja menuju kesetaraan, bukan superioritas wanita.

4. Enggak ada standar ganda

Feminis menghormati individu, pilihan informasi dan percaya seharusnya enggak ada standar ganda dalam menilai seseorang. Setiap orang berhak atas otonomi seksual dan kemampuan untuk membuat keputusan tentang kapan, bagaimana dan dengan siapa melakukan kehidupan seksual mereka.

5. Upah yang berbeda antara wanita dan pria

Dalam 10 pekerjaan dengan bayaran tertinggi untuk wanita, wanita berpenghasilan lebih rendah daripada pria; hanya satu karier, patologi wicara, yang membayar sama tanpa memandang jenis kelamin. Makanya wanita menuntut kesetaraan, mengingat beban pekerjaan yang nggak memandang wanita atau pria.

Baca Juga: Kultur Gosip dan Bias Gender Soal Wanita, Perubahan Sosial yang Sulit Diubah!

Jadi, inilah 5 fakta yang harus kamu ketahui sebelum menganggap bahwa feminisme ini adalah paham yang buruk dan nggak mencerminkan budaya Indonesia. Ingatlah, ketika kamu sedang memperjuangkan kesetaraan gender, maka kamu termasuk dalam memperjuangkan feminisme.