Kasus infeksi virus corona masih terus bertambah. Untuk itu, para ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk patuh dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker. Namun, banyak yang masih bertanya-tanya, bagaimana regulasi penggunaan masker pada anak-anak?

Jika sebelumnya dikatakan bahwa anak-anak tak perlu menggunakan masker, ada anjuran baru dari WHO dan UNICEF mulai dari 21 Agustus 2020. Pihak WHO dan UNICEf sepakat mengatakan bahwa pemakaian masker pada anak menjadi hal yang wajib. Namun, pemakaian masker wajib bagi anak-anak yang berusia 12 tahun ke atas.

Bukan tanpa alasan, anak-anak 12 tahun ke atas wajib menggunakan masker karena dianggap sering berinteraksi dengan orang dewasa. Selain itu, usianya yang masih terlalu kecil membuat protokol kesehatan jaga jarak sulit untuk diterapkan. Dilansir dari laman sindikasi ProSehat (15/9/2020) berikut ini beberapa anjuran penggunaan masker pada anak-anak:

Penggunaan Masker Sesuai Usia Anak

Menurut WHO, anak-anak usia 12 tahun ke atas diwajibkan untuk memakai masker karena sering berinteraksi dengan orang dewasa. Anak-anak masih dalam proses tumbuh kembang, sehingga hal ini membuatnya jadi rentan untuk terinfeksi virus corona.

Kelompok usia 6-11 tahun harus memperhatikan beberapa faktor risiko sebelum menggunakan masker, seperti intensitas penularan di suatu daerah, kemampuan anak untuk menggunakan masker, dan apakah anak berinteraksi dengan orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus corona atau enggak.

Sedangkan untuk kelompok anak usia 5 tahun ke bawah justru sebaliknya. Berdasarkan WHO, balita (bawah lima tahun) tak perlu menggunakan masker karena dapat membuatnya sulit bernapas dan mudah tersedak.

Baca Juga: Apa Itu Mini Lockdown?