Taukah Moms? salah satu penyakit yang kerap mengintai anak-anak adalah cacar air. Butuh waktu yang tak sebentar untuk anak agar bisa sembuh total dan beraktivitas seperti biasanya. Penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini, lebih banyak dialami oleh anak berusia di bawah 12 tahun.

Cacar air kerap membuat para Moms khawatir karena penyakit ini mudah menular dengan cepat, yakni melalui percikan air liur atau dahak melalui udara, serta kontak langsung dengan air liur, dahak, atau cairan yang berasal dari ruam. Melansir dari Halodoc, Kamis (17/9/2020) Moms segera lakukan 4 langkah berikut untuk menangani si kecil yang kena cacar air!

1. Cegah Anak Menggaruk Ruam yang Muncul di Kulit

Rasa gatal yang muncul akibat ruam dan bintil pada permukaan kulit saat terkena cacar air bisa membuat siapa saja tak tahan untuk tak menggaruknya. Apalagi jika cacar air dialami oleh anak-anak, mengontrol diri untuk tak menggaruk tentu terasa sulit. Padahal, menggaruk ruam dan bintil cacar air bisa menyebabkan infeksi kulit dan bekas luka.

Karenanya, Moms perlu mencegah anak menggaruk dengan beberapa cara seperti, menggunting kuku anak, memakaikan pakaian yang longgar dan lembut agar kulit anak bisa bernapas dan tak mudah tergores atau pakaikan sarung tangan jika terjadi pada bayi. Sementara itu mengurangi rasa gatal dan menenangkan kulit gunakan losion calamine, krim pelembap, gel pendingin, atau obat antihistamin yang disebut chlorpheniramine 

Mandikan anak dengan air hangat suam-suam kuku atau air dingin. Jangan gosok dengan handuk saat mengeringkan badan, hal ini agarbintil cacar tak pecah. Tepuk-tepuk perlahan tubuh sampai air menyerap kering.

2. Berikan Obat Demam atau Pereda Nyeri

Selain memunculkan ruam dan bintil, cacar air umumnya menimbulkan gejala lain seperti demam tinggi disertai rasa nyeri di seluruh tubuh. Untuk meredakan demam dan nyerinya, Moms bisa memberi si kecil obat demam atau pereda nyeri contohnya paracetamol, acetaminophen atau ibuprofen. Sebelum memberikan obat, sebaiknya lakukan diskusi terlebih dulu dengan dokter untuk menentukan dosis yang tepat.