Moms pasti seringkali mendengar dari mertua ataupun orang tua sendiri untuk jangan membawa keluar bayi yang masih belum genap berusia 40 hari. Bahkan ada yang bilang jika membawa keluar bayi yang belum berusia 40 hari akan membuat bayi terkena penyakit. Mitos atau fakta ya?

Secara medis, memang belum ditemukan secara rinci apakah ada umur tersendiri bagi bayi untuk dapat keluar rumah. Oleh karena itu, enggak masalah jika membawa bayi keluar rumah meskipun umurnya belum genap 40 hari. Perlu diingat juga, pastikan saat bayi keluar rumah, bayi mendapatkan perhatian dan perlindungan penuh. Meskipun belum ditemukan juga apakan bayi yang belum berusia 40 hari akan lebih mudah terkena penyakit, Moms tetap harus memberikan perlindungan ya!

Saat membawa bayi keluar rumah pastikan membawa perlengkapan kesehatannya agar terhindar dari polusi. Selain itu hindari juga tempat yang banyak penyakit terlebih lagi di sat pandemi COVID-19 ini. Jangan juga membawa bayi dan langsung terkena sinar matahari.

Selain itu juga, waktu 40 hari merupakan waktu yang tepat untuk penyembuhan Moms setelah melahirkan. Saat Moms sedang masa penyembuhan, bayi juga ikut diberikan waktu meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Inilah yang membuat mitos jika bayi dilarang untuk keluar rumah jika belum genap berusia 40 hari.

Membawa bayi keluar rumah sebelum 40 hari juga ada manfaatnya, Moms. Berdasarkan beberapa penelitian, membawa bayi ke luar rumah bisa membuat bayi tertidur lebih lelap di malam hari dan mengenalkan lingkungan baru padanya. Selain itu juga, berada di kamar seharian dan enggak ada ventilasi udara akan membuat si kecil enggak mendapatkan udara yang segar. Nah, membawa bayi ke luar rumah ini bisa membantunya untuk mendapatkan udara yang segar.

Baca Juga: Bahaya! Virus Sakit Dingin Bisa Rusak Otak Bayi dalam Kandungan!

Moms, meskipun larangan membawa bayi keluar rumah adalah mitos, lebih baik konsultasi ke dokter terlebih dahulu jika ingin membawa bayi keluar rumah.