Gula pasir (Unsplash/Sharon Mccutcheo)
Moms jangan sampai karena merasa kasihan pada si kecil, Moms akhirnya berikan gula dan garam pada MPASI si kecil agar rasanya tak hambar. Meski begitu ada beberapa alasan mengapa gula dan garam tak dianjurkan untuk diberikan pada MPASI si kecil.
Mengapa garam gak diberikan pada bayi di bawah 1 Tahun?
Setelah bayi mulai makan makanan padat di usia enam bulan, Moms gak perlu menambahkan garam ke dalam makanan bayi, bahkan meski Moms merasa rasanya hambar. Dan berhati-hatilah untuk gak memberikan makanan siap saji yang gak dibuat khusus untuk bayi. Makanan seperti sereal sarapan untuk dewasa, keju, butter, dan lainnya, bisa mengandung banyak garam.
Sedangkan makanan bayi komersial, seperti sereal bayi, memiliki kandungan garam yang sangat rendah, karena garam gak ditambahkan selama pemrosesan.
Sangat penting untuk gak membingungkan indra pengecap bayi dengan makanan yang ditujukan untuk balita atau anak yang lebih besar. Makanan untuk balita dan anak-anak yang lebih besar bisa jadi merupakan makanan yang diproses dan memiliki kandungan garam yang lebih tinggi, sehingga gak cocok untuk bayi.
Saat anak sudah diatas usia 1 tahunpun, sebaiknya Moms tetap membatasi pemberian garam pada si kecil untuk menjaga kesehatannya. Menurut panduan dari Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN). Inilah batas maksimum kadar garam dalam tubuh si kecil sesuai usianya:
Bagaimana dengan gula?
Sama seperti halnya garam, gula juga dilarang untuk bayi di bawah 1 tahun. Namun banyak orangtua yang salah paham, gak memberikan gula bukan berarti gak memberi anak makanan manis sama sekali.
Gula yang dimaksud ialah gula buatan yang dibuat lewat proses kimiawi seperti gula pasir, atau gula pada makanan kemasan.
Badan Kesehatan Dunia WHO menyebut bahwa gula tambahan merupakan bahan yang gak boleh ditambahkan ke makanan yang dipasarkan untuk bayi. Disebutkan oleh para ahli bahwa kandungan gula tambahan dalam makanan bayi bisa membuat anak lebih suka makanan manis sepanjang hidup mereka.
Konsumsi gula jenis ini berbahaya untuk si kecil karena alasan sebagai berikut:
Pada 2010, para peneliti di University of Calgary di Kanada menemukan bahwa lebih dari setengah makanan yang dipasarkan untuk bayi dan balita memiliki 20 persen kalori yang berasal dari gula.
Sebuah studi tahun 2015 yang dilakukan para peneliti di Icahn School of Medicine di Mount Sinai di New York dan Keck School of Medicine di University of Southern California juga menemukan bahwa 74 persen dari susu formula bayi, sereal sarapan, makanan kemasan, dan yogurt memiliki 20 persen atau lebih kalori yang berasal dari gula tambahan.
Bahan alami pengganti gula dan garam
Gak sulit mencari bahan pemanis alami karena alam telah memberikannya untuk kita. buah-buahan seperti pisang dan pepaya memiliki rasa manis yang disukai oleh bayi. Bahkan, pisang bisa dibuat berbagai resep makanan untuknya seperti kue ulang tahun bebas gula yang satu ini. Sementara untuk madu, Moms bisa berikan ke anak setelah ia berusia satu tahun, ini alasannya. Untuk garam, rasa asin gurih bisa Moms dapatkan dari kaldu ayam buatan rumah atau rempah seperti kunyit dan kayu manis.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.