Menu

Meski Banyak Kandungan Gizinya, 10 Jenis Makanan Ini Bisa Jadi Bahaya untuk Anak di Bawah Usia 1 Tahun, Hati Hati Moms!

20 Juli 2022 07:00 WIB
Meski Banyak Kandungan Gizinya, 10 Jenis Makanan Ini Bisa Jadi Bahaya untuk Anak di Bawah Usia 1 Tahun, Hati Hati Moms!

Kumpulan buah dan sayuran. (pinterest/freepik)

HerStory, Jakarta —

Ketika si kecil memasuki umur 6 bulan memang Moms sudah boleh menyajikan MPASI untuk si kecil, kendati demikian tak semua makanan bisa Moms berikan pada si kecil, seperti beberapa bahan makanan ini yang tak dianjurkan untuk bayi di bawah setahun meski mengandung banyak nutrisi, penasaran apa saja? Yuk Moms langsung simak.

1. Susu sapi

Jangan menggunakan susu sapi sebagai pengganti ASI untuk bayi. Jika Moms tidak memungkinkan untuk menyusui, berikan ia susu formula yang sudah diproses untuk bisa dicerna oleh bayi.

Namun susu sapi yang terdapat dalam yogurt atau kue cukup aman untuk bayi.

2. Madu

Madu mengandung bakteri yang dapat menyebabkan botulisme pada bayi di bawah 1 tahun.

3. Makanan yang lengket atau keras

Makanan lengket atau keras berisiko membuat bayi tersedak. Seperti popcorn, marshmallow, permen, dll.

4. Sayuran atau buah keras mentah

Sayuran atau buah yang keras bisa diberikan mentah jika bayi sudah punya cukup gigi untuk mengunyahnya. Seperti wortel, potongan buah kaleng, juga buah-buahan bulat besar speerti anggur.

5. Kacang-kacangan

Semua jenis kacang-kacangan berisiko membuat anak di bawah 4 tahun tersedak. Tapi selai kacang tentunya aman.

6. Minuman mengandung kafein

Minuman berkafein seperti soda, teh, atau bahkan kopi. Tidak hanya untuk bayi, minuman-minuman ini juga sebaiknya tidak diberikan untuk balita.

7. Jus buah lebih dari 120ml

Kebanyakan minum jus buah dapat berisiko mengakibatkan anak mengalami malnutrisi dan anemia. Selain itu juga bisa menyebabkan diare, merusak enamel gigi, perawakan tubuh pendek, hingga obesitas kelak.

8. Keju yang tidak dipasteurisasi

Keju yang dipasteurisasi bisa menyebabkan risiko keracunan pada bayi. Periksalah label keju yang Moms beli sebelum memberikannya pada bayi.

9. Makanan laut

Makanan laut seperti kerang, udang, lobster, kepiting, dapat memicu alergi pada bayi. Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter Anda Moms jika ingin memberikan makanan laut untuk bayi di bawah 1 tahun.

10. Ikan yang tinggi kandungan merkuri

Seperti swordfish atau ikan pedang, ikan hiu, tilefish, dan king mackarel. Bahkan orang dewasa juga tidak boleh memakannya terlalu sering, terutama ibu hamil.

Bayi Moms perlu mulai makan makanan selain ASI atau susu formula pada usia sekitar 6 bulan. Sebab, bayi yang sedang tumbuh tidak bisa lagi mendapatkan cukup zat besi, zinc, dan energi hanya dari ASI atau susu formula.

Namun, ASI memiliki nutrisi penting untuk pertumbuhan dan harus dilanjutkan sampai 12 bulan ke atas atau selama Moms dan bayi inginkan. Tujuannya adalah, setelah 12 bulan, bayi akan makan berbagai makanan sehat bersama anggota keluarga lainnya. Ada beberapa tips dari Health Queensland Government untuk Moms dan bayi yang mulai MPASI.

1. Siapkan makanan malam sebelumnya dan simpan di kulkas dalam wadah kecil yang terpisah.

2. Bayi memiliki risiko keracunan makanan yang tinggi. Pastikan makanan segar, bersih, dan disimpan dengan benar. Simpan makanan siap saji di lemari es selama maksimal 1 hingga 2 hari.3. Setelah bayi makan makanan baru, Moms perlu memperhatikan perbedaan pada bentuk serta warna feses. Hubungi dokter anak jika Moms khawatir dengan perubahan feses bayi.

4. Periksa pertumbuhan bayi dan pastikan itu dicatat pada grafik pertumbuhan dalam catatan kesehatan pribadi bayi Moms. Pastikan pertumbuhan bayi mengikuti pola atau kurva pada grafik. Jika kurva pertumbuhannya rata atau bergerak ke bawah, segera temui dokter.

5. Saat gigi bayi muncul, gosok dengan sikat gigi lembut khusus untuk anak.

Pengenalan pemberian makanan pendamping ASI membutuhkan kesabaran: setiap jenis makanan setengah padat baru harus ditawarkan rata-rata delapan kali sebelum bayi menerimanya sepenuhnya.

NCBI merekomendasikan pemberian makanan pendamping harus dimulai dengan makanan setengah padat, meskipun bayi tentu saja dapat diberi makanan padat, tetapi bukan makanan keras misalnya potongan pisang, potongan wortel, atau potongan makanan lain.

Semoga informasi ini berguna, Moms!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan