Menu

6 Alasan Jus Buah Tak Dianjurkan untuk Bayi, Jangan Sembarangan Ya Moms!

20 Juli 2022 08:00 WIB
6 Alasan Jus Buah Tak Dianjurkan untuk Bayi, Jangan Sembarangan Ya Moms!

Jus buah. (Freepik/detry)

HerStory, Jakarta —

Moms meski jus buah berasal dari buah murni yang memiliki kandungan gizi, tapi tetap ada baiknya Moms menghindari pemberian jus buah pada si kecil karena bisa berbahaya.

Apa kata para ahli tentang jus buah bagi bayi

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), Tak ada indikasi gizi dalam memberikan jus untuk bayi di bawah umur 6 bulan.

“Selama 6 bulan pertama usianya, bahkan di iklim yang panas, air dan jus Tak diperlukan oleh bayi, yang justru dapat memperkenalkan kontaminan atau alergen,” berikut penjelasan dalam publikasi AAP.

Untuk bayi usia 6 bulan ke atas pun, ini tetap Tak direkomendasikan.

Selain AAP, Australian Government’s National Health and Medical Research Council, juga menegaskan, “jus buah Tak deperlukan oleh bayi di bawah usia 12 bulan. Minuman manis berhubungan dengan karies gigi. Teh, teh herbal, dan minuman lain yang Tak bermanfaat untuk bayi dapat berbahaya.”

Health Canada juga Tak merekomendasikan jus dalam tahun pertama anak. Setelah 1 tahun, mereka menyarankan, “batasi jus ini dan Tak memberikan minuman manis. Jika anak Anda tampak haus, berikan air putih.”

Di Inggris, NHS menganjurkan “jus buah yang diencerkan (satu bagian buah dengan 10 bagian air) dapat diberikan kepada anak-anak sebagai pendamping makanan mereka setelah usia 6 bulan.”

Potensi bahayanya bagi bayi

Berikut adalah beberapa potensi bahaya bagi bayi dan anak-anak.

  1. Minum jus terlalu banyak dapat mengakibatkan malnutrisi dan anemia, karena anak kehilangan nutrisi lain yang mereka butuhkan, termasuk protein dan karbohidrat kompleks.
  2. Jus dapat merusak enamel gigi. Terutama jika jus diberikan dalam botol susu, bukan gelas.
  3. Minum jus terlalu sering dapat menyebabkan diare, terutama jus apel.
  4. Konsumsi jus lebih dari 12 oz (355ml) per hari telah dikaitkan dengan perawakan pendek dan obesitas dalam beberapa penelitian.
  5. Jus buah yang mengandung sorbitol atau fruktosa yang tinggi dapat menyebabkan kegelisahan, perut bergas, dan stomach distress.
  6. Jus yang Tak dipasteurisasi dapat mengandung bakteri berbahaya, seperti E-coli dan Salmonella.

Jadi Moms, memberikan buah utuh justru lebih bermanfaat bagi bayi dan anak daripada jus. Karena buah yang dijus sudah kehilangan serat penting yang dibutuhkan tubuh.

Jika Moms tetap ingin memberikan jus pada anak, sebaiknya tambahkan air matang dengan perbandingan 1:10 (satu bagian buah, sepuluh bagian air matang), juga hindari menambahkan gula. Dan ingat, jangan lebih dari 120ml* per harinya.

Yang Terbaik adalah Mengonsumsi Buah dan Sayuran Utuh

Jika anak Anda sudah besar dan bisa mengonsumsi buah serta sayur, akan lebih baik jika Moms memberi mereka buah dan sayuran utuh. Iklan-iklan jus sering mengklaim bahwa minum jus lebih baik daripada mengonsumsi buah dan sayuran utuh, karena menghilangkan serat membuat nutrisi lebih mudah diserap.

Namun, menurut Healthline, Tak ada penelitian ilmiah untuk mendukung ini. Faktanya, Anda mungkin membutuhkan kandungan serat buah atau sayuran untuk merasakan manfaat kesehatan penuh dari tanaman.

Misalnya, antioksidan yang secara alami terikat pada serat tanaman hilang selama proses pembuatan jus. Hingga 90% serat hilang selama proses pembuatan jus, tetapi hal ini juga tergantung pada juicer. Beberapa serat larut akan tetap ada, tetapi sebagian besar serat Tak larut dihilangkan.

Asupan serat yang tinggi bisa membuat risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes tipe 2 lebih rendah. Penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan serat larut, khususnya, dapat meningkatkan kadar gula dan kolesterol darah.

Satu studi membandingkan makan apel utuh dengan minum jus apel. Ditemukan bahwa minum jus apel meningkatkan kadar kolesterol LDL (buruk) sebesar 6,9%, dibandingkan dengan mengonsumsi apel utuh. Efek ini diduga karena kandungan serat apel utuh.

Terlebih lagi, sebuah penelitian observasional menunjukkan peningkatan risiko diabetes tipe 2 pada orang yang mengonsumsi jus buah, sedangkan buah utuh dikaitkan dengan pengurangan risiko.

Orang-orang juga cenderung merasa lebih kenyang ketika mereka makan buah-buahan utuh, dibandingkan dengan ketika mereka minum jus yang setara.

Satu studi membandingkan efek blending dan jus pada kandungan gizi grapefruit. Hasil penelitian menunjukkan, pencampuran (blending), yang mempertahankan lebih banyak serat, adalah teknik yang lebih baik untuk memperoleh manfaat dari senyawa tanaman.

Semoga bermanfaat, Moms.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan