Menu

CDC: Penggunaan Masker Lebih Efekif Cegah Infeksi Corona daripada Vaksin

Nada Saffana
22 September 2020 13:00 WIB
CDC: Penggunaan Masker Lebih Efekif Cegah Infeksi Corona daripada Vaksin

Perajin menyelesaikan pembuatan masker lukis di Anacaraka Art, Desa Singapadu Tengah, Gianyar, Bali, Jumat (7/8/2020). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/wsj)

HerStory, Jakarta —

Kabar terbaru dari para ahli kesehatan dunia. Berdasarkan penuturan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Robert Redfield, MD, penggunaan masker sebagai protokol kesehatan lebih efektif mencegah penyebaran serta penularan infeksi virus corona daripada penyuntikan vaksin.

"Sebagai direktur CDC, saya mengatakan bahwa masker wajah, masker wajah ini adalah alat kesehatan masyarakat paling penting yang untuk domiliki," ujar Redfield dikutip dari Business Insider (22/9/2020).

Redfield juga menjelaskan bahwa vaksin tak sepenuhnya memberikan respon imun kepada manusia. Untuk itu, satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk cegah infeksi covid-19 adalah dengan menggunakan masker.

"Saya bahkan mungkin akan mengatakan bahwa masker wajah ini lebih terjamin efektivitasnya untuk melindungi saya dari COVID-19 daripada ketika saya mengambil vaksin COVID karena imunogenisitasnya mungkin 70%. Dan jika saya tidak mendapat respon imun, vaksin tak akan melindungi saya. Masker wajah ini yang akan melindungi saya," lanjutnya.

Tak hanya omong kosong, Redfield mengatakan bahwa masker efekif mencegah penularan covid-19 berlandaskan beberapa penelitian. Salah satunya adalah sebuah penelitian bulan Juni yang diterbitkan dalam jurnal Health Affairs. Penelitian ini menunjukkan bahwa di 15 negara bagian AS dan Washington, perintah menggunakan masker dapat menurunkan angka yang signifikan dalam kasis pertumbuhan kasus COVID-19. Tiga minggu setelah dikeluarkan perintah wajib menggunakan masker, penurunan kasus mencapai 2 persen.