Menu

Awas Cacar Monyet, Para Ahli Peringatkan Gejala ‘Biasa’ yang Kerap Terlewatkan dan Mirip Penyakit Lain, Waspada Terus Beauty!

22 Juli 2022 06:10 WIB
Awas Cacar Monyet, Para Ahli Peringatkan Gejala ‘Biasa’ yang Kerap Terlewatkan dan Mirip Penyakit Lain, Waspada Terus Beauty!

Ilustrasi Cacar Monyet. (iStockPhoto/Edited by HerStory)

HerStory, Bogor —

Beauty, kamu mungkin sudah tahu bahwa kasus cacar monyet saat ini sedang meningkat. Karenanya penting bagi kita untuk dapat mengidentifikasi gejala secara tepat waktu, untuk mengendalikan penularan penyakit serta mencari pengobatan yang tepat waktu untuk diri sendiri sendiri. Masalahnya, beberapa gejala awal penyakit ini sulit dikenali sebagai gejala cacar monyet.

Hal ini karena gejala-gejala ini cukup umum dan terbilang 'biasa', dan dapat dengan mudah diabaikan sebagai tanda-tanda penyakit lain. Kurangnya pengujian dan identifikasi gejala dapat lebih meningkatkan penularan infeksi. Inilah cara mengenali tanda bahaya dari gejala awal yang mudah dilewatkan ini.

Adapun menurut NHS UK, dibutuhkan sekitar 5-21 hari untuk gejala awal cacar monyet muncul. Beberapa di antaranya termasuk demam, menggigil, sakit kepala, sakit punggung, nyeri otot, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar. Selain gejala seperti flu ini, perubahan pada kulit juga bisa muncul.

Namun, ini bisa disalahartikan sebagai tanda-tanda infeksi lain seperti herpes, moluskum atau sifilis. Tanda-tanda awal infeksi lainnya mungkin bersembunyi di lokasi yang sulit dilihat, seperti bagian dalam anus. Hal ini dapat menyebabkan infeksi menyebar ke orang lain karena penderita tidak menyadari infeksi mereka sendiri.

Ruam yang khas biasanya berkembang sekitar satu hingga lima hari setelah gejala awal. Ruam biasanya dimulai pada wajah, dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya juga. Ruam terlihat seperti bintik-bintik yang terangkat yang kemudian berubah menjadi lepuh kecil berisi cairan.

Lepuh ini pada akhirnya akan rontok selama dan setelah proses pemulihan. Jika kamu mengalami ruam, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk perawatan yang diperlukan. Pasien disarankan untuk mengisolasi diri di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain.

Lantas, bagaimana cara mengurangi risiko terkena cacar monyet?

Nah Beauty, untuk mencegah infeksi, penting untuk menjauhi hewan mati serta hewan yang tampak tak sehat. Dalam kasus penularan dari manusia ke manusia, hindari kontak dengan seseorang yang sedang sakit, terutama jika ada gejala yang tampaknya terkait dengan cacar monyet.

Jangan berbagi barang-barang seperti peralatan makan, tempat tidur, dan handuk dengan orang yang sakit. Terakhir, penting untuk mencuci dan membersihkan tangan sesering mungkin mungkin sepanjang hari, terutama sebelum makan dan memasak.

Pengobatan

Saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk infeksi monkeypox. Karena virus cacar monyet secara genetik mirip dengan virus cacar, obat antivirus dan vaksin yang dikembangkan untuk melindungi cacar dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi virus cacar monyet.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), antivirus mungkin direkomendasikan untuk orang yang lebih mungkin sakit parah, seperti pasien dengan kekebalan yang lemah.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan