Pandemi virus corona pertama kali terdeteksi di Cina pada akhir tahun 2019. Hingga kini virus corona sudah menyebar ke berbagai negara. Hal itu membuatnya bermutasi menjadi lebih menular.

Melansir New York Post (25/9/2020) sebuah makalah yang baru saja diterbitkan berhasil mengindentifikasi jenis virus baru penyebab kasus gelombang dua di Texas. Para peneliti mengatakan bahwa mutasi ini dinamai D614G. Mutasi ini memiliki jumlah virus yang lebih tinggi serta lebih menular.

"Virus dapat menjadi lebih menular dan hal ini mungkin berimplikasi pada kemampuan kita untuk mengendalikannya," David Morens, ahli virologi di National Institute of Allergy and Infectious Diseases.

Baca Juga: Super Keren! Inggris Bikin Alat Tes Air Liur yang Bisa Deteksi Corona dalam 15 Menit Doang!

"Mengenakan masker, mencuci tangan, semua itu adalah penghalang penularan, atau penularan, tetapi karena virus menjadi lebih menular, secara statistik lebih baik untuk mengatasi hambatan itu," lanjutnya.