Menu

Awas, Ini Tanda Peringatan Berupa Bau yang Mengindikasikan Kamu Kena Kolesterol Tinggi, Jangan Disepelein Beauty!

12 Agustus 2022 21:19 WIB
Awas, Ini Tanda Peringatan Berupa Bau yang Mengindikasikan Kamu Kena Kolesterol Tinggi, Jangan Disepelein Beauty!

Ilustrasi kolesterol dalam tubuh. (Pinterest/Edited by herstory)

HerStory, Bogor —

Beauty, salah satu faktor risiko utama penyakit jantung, termasuk serangan jantung dan stroke adalah karena kolesterol tinggi. Ya, kolesterol tinggi diperkirakan menyebabkan 2,6 juta kematian di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pola makan yang buruk, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, merokok dan konsumsi alkohol dikatakan sebagai beberapa faktor utama yang meningkatkan kadar kolesterol 'jahat' dalam tubuh, menjadikan gaya hidup kita sebagai salah satu penyebab utama.

Kolesterol adalah zat lilin dalam darah yang membantu membangun sel-sel sehat dalam tubuh. Secara umum, ada dua jenis kolesterol: Low-density lipoprotein (LDL), yang merupakan kolesterol 'jahat' dan High-density lipoprotein (HDL) juga dikenal sebagai kolesterol 'baik'.

Konon, ketika ada terlalu banyak kolesterol 'jahat' dalam aliran darah, itu dapat menyebabkan penumpukan plak atau timbunan lemak, yang dapat menghambat atau menghalangi aliran darah ke berbagai bagian tubuh. Kadang-kadang, endapan ini dapat pecah secara tiba-tiba dan dapat membentuk gumpalan yang menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Selain tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi juga disebut sebagai 'the silent killer' karena biasanya tidak muncul dengan sendirinya melalui gejala. Jenis penyakit ini berbahaya dan mengancam jiwa dan membutuhkan pemantauan ketat.

Meskipun peningkatan kadar kolesterol mungkin tak secara langsung membunuh, jika tidak didiagnosis atau diobati sejak dini, hal itu dapat meningkatkan peluangmu terkena penyakit jantung, yang bisa berakibat fatal, Beauty.

Tanda peringatan kolesterol tinggi yang mungkin terlewatkan

Ada banyak tanda yang menunjukkan seseorang mengalami kadar kolesterol yang tinggi, salah satunya yakni mencium bau yang sebenarnya tidak ada. Kondisi tersebut dikenal sebagai phantom odour perception.

Studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Laryngoscope pada 2020 mengungkap hubungan antara kadar kolesterol tinggi dengan phantom odour perception. Dalam studi tersebut, tim peneliti menggunakan data 7.417 orang dewasa berusia 40 tahun ke atas dari National Health Nutrition Examination Survey yang didapatkan pada periode 2011-2014.

Data yang digunakan meliputi laporan mengenai kondisi vaskular para partisipan, termasuk riwayat stroke dan kadar kolesterol total para partisipan. 

Dari penelitian diketahui bahwa setidaknya ada tiga bau, yang sebenarnya tidak ada, namun kerap dicium oleh orang yang mengalami phantom odour perception. Di antaranya yakni bau tidak sedap, bau terbakar, dan bau busuk.

Selain kadar kolesterol tinggi, phantom odour perception juga tampak berkaitan dengan masalah kesehatan lain seperti stroke. Penderita stroke memiliki kemungkinan 76 persen lebih tinggi untuk mengeluhkan phantom odour perception.

Di samping itu, phantom odour perception juga berkaitan dengan beberapa masalah pada penyakit jantung dan diabetes.

Untuk kamu ketahui Beauty, jika kamu merasakan salah satu gejala di atas, maka langkah terbaik yang bisa kamu lakukan adalah mengeceknya melalui tes darah. Tergantung berapa usiamu, berat badan dan kondisi lain yang mendasarinya, dokter mungkin menyarankan beberapa tes dan obat-obatan.

Jika hasil tesmu menunjukkan kadar kolesterol tinggi, mulailah membuat perubahan gaya hidup yang diperlukan, termasuk diet sehat, penuh buah-buahan dan sayuran hijau bergizi. Batasi makanan yang tinggi lemak jenuh dan sertakan olahraga teratur dalam rutinitasmu sehari-hari. Beauty.

Semoga informasinya bermanfaat, ya!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan