Rambut merupakan mahkota dalam tubuh, termasuk untuk para anak-anak. Moms tentu menginginkan sang anak memiliki rambut yang sehat dan lebat di masa tumbuh kembangnya, namun bagaimana jika ternyata yang terjadi malah rambut anak hanya mengalami kerontokan secara terus menerus. Perlu diketahui, sebagian anak terlahir dengan rambut tebal, sedangkan yang lain lebih tipis, dengan kondisi kebotakan, atau memiliki pertumbuhan rambut yang lambat.

Mengutip dari parenting orami, Rabu (7/10/2020). Bud Zukow, penulis buku Baby: An Owner's Manual mengatakan bayi ras kaukasia rentan mengalami kebotakan jangka panjang, sementara bayi keturunan Eropa akan memiliki rambut sedikit sampai usia 2 tahun.

Umumnya, rambut anak rontok bukanlah masalah yang perlu dikhawatirkan. Sama seperti rambut orang dewasa, rambut anak-anak pun memiliki siklus hidup yang dapat diprediksi. Setiap helai rambut anak tumbuh aktif selama dua hingga enam tahun. Setelah itu, rambut melewati siklus istirahat yang disebut fase telogen. Setelah sekitar tiga bulan dalam fase telogen, rambut anak rontok dan tumbuh rambut baru di tempat tersebut.

Lalu hal apa yang sebenarnya menjadi penyebab kerontokan rambut pada anak ? Simak ulasannya di bawah ini.

Baca Juga: Jerawatmu Susah Hilang dan Disertai Kerontokan Rambut? Hati-Hati SAHA Syndrome