ilustrasi hepatitis B (Pinterest/Arizona Liver Health)
Kesehatan merupakan hal utama dalam kehidupan, setiap orang tentu ingin agar kesehatannya dapat terjamin dengan baik guna terhindar dari berbagai macam penyakit. Salah satunya yaitu penyakit yang dapat menyerang organ hati seseorang.
Lever atau hati memang termasuk organ penting di dalam tubuh yang berfungsi untuk menyaring zat asing serta racun dari darah. Namun, fungsinya menjadi nggak optimal apabila organ hati mengalami peradangan akibat infeksi virus hepatitis (HBV).
Salah satu gangguan yang dapat menyebabkan organ hati mengalami peradangan yaitu Hepatitis B. Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). HBV adalah satu dari lima jenis virus hepatitis.
Virus hepatitis B terutama mempengaruhi hati, dan memasuki sel-sel hati (disebut hepatosit) ketika berada di dalam tubuh. Reproduksi virus menyebabkan kematian sel-sel ini. Seseorang yang memiliki penyakit hepatitis B dapat memicu kerusakan pada fungsi hati secara total, sirosis, kanker hati, bahkan nggak jarang dapat menyebabkan kematian.
Hepatitis B dapat dialami oleh bayi, dan anak-anak, nggak hanya orang dewasa. Banyak anak-anak dan bayi yang menderita hepatitis B karena sang ibu menularkan HBV kepada anaknya saat melahirkan.
Nggak hanya dapat menyerang organ hati, Hepatitis B menjadi penyakit yang cukup ditakuti banyak orang karena virusnya yang dapat menular. Penularan virus tersebut dapat terjadi ketika melakukan hubungan seksual tanpa kondom dan saling berbagi jarum suntik bersama penderita hepatitis B.
Beauty harus mengetahui bahwa virus hepatitis B ini berada di dalam darah dan cairan tubuh, seperti sperma dan cairan vagina. Melakukan kontak seksual bersama penderita hanya akan meningkatkan risiko penularan.
Lalu, seperti apa gejala yang dirasakan oleh seseorang ketika terjangkit penyakit Hepatits B? Mengutip dari good doctor, Rabu (7/10/2020) Hepatitis B sering disebut juga “silent infection” ini karena kebanyakan orang nggak merasakan berbagai gejala apa pun ketika pertama kali terinfeksi. Hal itulah yang dapat membuat mereka secara nggak sadar dapat menularkan virus ke orang lain.
Infeksi hepatitis yang terjadi kurang dari 6 bulan disebut hepatitis B akut, sedangkan untuk infeksi yang bertahan lebih dari 6 bulan disebut dengan hepatitis B kronis. Jika sudah kronis bisa menyebabkan sirosis atau kanker hati.
Beberapa orang dalam fase akut dapat memiliki gejala. Gejala ini akan muncul dalam waktu 1 sampai 5 bulan setelah tertular hepatitis B. Gejala yang bisa dialami seperti:
Bagi orang yang nggak dapat melawan infeksi, yang biasa orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah seperti penderita HIV, anak-anak, virus dapat berkembang ke tahap kronis. Ketika sudah menjadi kronis, Beauty memiliki risiko tinggi untuk mengalami gagal hati, penyakit hati, dan kanker hati. Namu sayang, banyak yang nggak menyadari akan bahayanya, karena gejala pada hepatitis B kronis cukup ringan, sering datang dan pergi, dan memerlukan waktu lama untuk berkembang.
Pada anak-anak, virus hepatitis B berkembang biak secara perlahan dan bertahan di dalam tubuh, menyebabkan kerusakan hati yang lambat namun progresif. beberapa gejala yang bisa dialami, seperti:
Gejala hepatitis B pada anak biasnya mirip dengan gejala masalah kesehatan lainnya. Pastikan Beauty mengajak sang anak untuk segera mengunjungi dokter untuk mengetahui diagnosis lebih lanjut.
Semoga bermanfaat, dan stay health Beauty!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.