Ilustrasi jagung rebus (Pixabay/ulleo)
Moms apakah sering memberikan si kecil MPASI dari jagung? Jika iya, Moms sudah benar langkahnya dalam memilih bahan makanan yang diberikan pada si kecil karena American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan jagung merupakan makanan yang baik untuk menu MPASI.
Namun perlu diketahui, jenis makanan ini hanya boleh diberikan apabila buah hati sudah berusia 7 bulan ke atas. Hal ini dilakukan karena jagung merupakan jenis makanan yang cenderung sulit dicerna oleh bayi yang belum bergerak aktif.
Moms juga disarankan untuk memberikan jagung saat si kecil berusia satu tahun apabila di dalam keluarga memiliki riwayat alergi pada makanan tersebut. Selain itu, jika bayi memiliki riwayat penyakit eksim, jagung juga tak disarankan untuk dikonsumsi kecuali dengan persetujuan dokter.
Kandungan Nutrisi Jagung
Karena jagung sulit dicerna, berikut berbagai cara menghidangkan jagung sebagai menu makanan untuk si kecil yang direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics (AAP):
Untuk bayi, jagung dalam bentuk puree merupakan cara yang tepat untuk memperkenalkan jenis makanan ini pada buah hati
Anda sudah boleh memperkenalkan jagung dalam bentuk krim ketika si kecil berusia 18-24 bulan
Ketika ia sudah berusia dua tahun lebih dan mulai tumbuh gigi, Anda boleh memberinya jagung yang telah direbus.
Kandungan nutrisi pada jagung
Jagung kaya akan vitamin B seperti tiamin, niasin, asam pantotenat, dan folat. Makanan ini juga mengandung berbagai nutrisi seperti serat, mineral, magnesium, dan fosfor. Beberapa kandungan nutrisi lain di antaranya:
Manfaat jagung untuk bayi
Beberapa manfaat jagung untuk bayi di antaranya:
Membantu menaikkan berat badan
Seratus gram jagung mengandung sekitar 350 kalori. Oleh karena itu, kandungan kalori yang cukup tinggi ini bisa membantu buah hati yang kekurangan berat badan. Apabila berat badan bayi Anda normal, sayuran ini pun dapat membantu mempertahankan berat badan si kecil agar tetap ideal.
Membantu pertumbuhan
Kandungan vitamin B dalam jagung dapat membantu tumbuh kembang si kecil. Tiamin akan membantu perkembangan otak pada bayi, serta niasin dapat meningkatkan sistem metabolismenya.
Bagus untuk kesehatan tulang, otot, dan syaraf
Fosfor, kalium, magnesium, dan zat besi pada jagung dapat meningkatkan kesehatan tulang dan fungsi saraf si kecil. Di sisi lain, zat besi dalam makanan ini juga mampu meningkatkan perkembangan otak bayi.
Bagus untuk kesehatan mata dan kulit
Sumber vitamin A dan beta karoten pada jagung dapat meningkatkan kualitas penglihatan yang baik bagi mata. Beta karoten yang berfungsi sebagai antioksidan juga dinilai bagus untuk kesehatan kulit bayi.
Efek samping
Walaupun memiliki ragam manfaat, namun jagung tetap takĀ disarankan sebagai makanan utama untuk bayi. Artinya, Moms boleh memberikan jagung pada si kecil, tetapi hanya sesekali dan disertai dengan jenis makanan lain.
Hal ini karena gula alami yang diproduksi jagung dapat menjadi pati dengan cepat, sehingga jika dikonsumsi berlebih akan menimbulkan efek samping seperti alergi, diare, dan sakit perut.
Apabila buah hati mengalami ketiga efek samping tersebut setelah mengonsumsi jagung, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan alergi lebih lanjut.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.