Menu

Waspada Air Ketuban Kering, Ini Tanda-tanda yang Harus Moms Ketahui!!

12 Oktober 2020 10:35 WIB
Waspada Air Ketuban Kering, Ini Tanda-tanda yang Harus Moms Ketahui!!

Potret Ibu hamil. (Unsplash/Alicia Petresc)

HerStory, Tangerang —

Disaat sedang mengandung, ibu hamil perlu waspada untuk menjaga kesehatan diri dan kesehatan janin. Mendengar tentang kehamilan, air ketuban memang sudah enggak asing lagi. Cairan yang berfungsi sebagai pelindung di rahim ini akan memberikan ruang gerak bagi bayi dan mengendalikan suhu.

Umumnya, semakin bertambah umur kandungan, cairan ketuban akan semakin berkurang sedikit. Namun, perlu diketahui bahwa air ketuban bisa menjadi kering yang menyebabkan janin dalam bahaya. Hm, gimana tandanya ya?

Tanda-tanda ketuban kering

Melansir dari beberapa sumber, air ketuban yang kering akan ditandakan dengan rasa seperti menstruasi. Namun, cairan yang keluar bukanlah darah melainkan cairan bening, encer, dan memiliki bau amis. Cairan yang keluar juga berbeda-beda, bisa banyak dan bisa sedikit. Air ketuban yang keluar sedikit dan termasuk jarang masih dianggap normal.

Namun, jika cairan ketuban keluar dalam jumlah yang sangat banyak, disarankan untuk langsung ke rumah sakit, ya, Mom! Cek secepat mungkin untuk melihat bagaimana kondisi air ketuban yang masih tersisa di dalam rahim.

Apalagi jika air ketuban merembes pada trimester pertama. Hal ini dapat mengakibatkan keguguran dan risiko bayi cacat dan prematur. jika air ketuban berkurang banyak di trimester ketiga, biasanya dokter akan menganjurkan untuk melakukan persalinan caesar.

Cara membedakan air ketuban dengan cairan biasa

Biasanya air ketuban lebih cair dan terdapat flek-flek putih bahkan disertasi dengan darah. Saat disentuh pun air ketuban enggak akan lengket ditangan. Perlu diketahui juga bahwa tiap ibu hamil berbeda-beda. Ada ibu hamil yang memiliki air ketuban yang berbau amis dan ada juga yang enggak amis sehingga cukup sulit menentukannya hanya dari baunya.

Lebih disarankan untuk melakukan tes menggunakan kertas lakmus untuk melihat apakah cairan tersebut merupakan air ketuban. Disarankan untuk menggunakan kertas lakmus berwarna merah. Jika kamu sudah meletakkan cairan tersebut di atas kertas, lihatlah apakah warna kertas berubah menjadi biru. Jika berubah maka itu adalah air ketuban. Hal ini dikarenakan kertas lakmus mempunyai sifat asam dan air ketuban memiliki sifat basa.

Perlu diingat lagi Moms sangat perlu untuk tahu bagaimana tanda-tanda air ketuban mengering. Jangan pernah menunda untuk melakukan konsultasi ke dokter. Usahakan selalu beristirahat yang cukup dan ikuti semua saran dokter. Semoga bermanfaat, ya!

Baca Juga: Bukan Hanya Soal Kehamilan, Morula dan Monash University Ungkap Perspektif Baru tentang Perjalanan IVF

Baca Juga: Tak Hanya Soal Medis, dr. Bee Hadir Dampingi Perjalanan Perempuan Menuju Kehamilan

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan