Aksi Tolak Omnibus Law yang terdiri dari Buruh, Mahasiswa, Pelajar serta Aliansi Rakyat pada hari kamis (08/10) di depan Istana Negara menjadi pecah di beberapa titik. Terlepas dari kerusuhan yang terjadi karena ulah oknum, pergerakan rakyat yang besar ini pantas untuk disoroti terutama pemberian apresiasi kepada massa aksi wanita yang telah berani berada di garis terdepan perjuangan untuk menyampaikan kegelisahannya.

Bermunculan video-video wanita berorasi di sosial media dalam negeri sampai luar negeri. Salah satunya dari Redfish, media asing yang berbasis di Jerman ikut aktif menyoroti wanita muda yang turun dalam aksi tolak Omnibus Law kamis kemarin.

Bisa dilihat dari unggahan di akun Redfish, media tersebut menyatakan sifat yang mendukung aksi dari seluruh lapisan masyarakat ini.

Dalam unggahan tersebut, terlihat Sasa, massa aksi asal Makassar yang berorasi di samping kepulan asap. Foto ini sudah diretweet hampir 1000 kali.

Dalam unggahan yang lain, terdapat video yang memperlihatkan kemarahan ibu-ibu di Ternate yang memblokade mobil polisi, meminta dibebaskannya para pengunjuk rasa yang ditahan.

"don't forget sexual violence also occurred during demonstrations and women are the victims most #SahkanRUUPKS" komentar dari akun twitter @maeyyyyyyyyy

Baca Juga: Satgas Covid-19: Demonstrasi Tak Kehilangan Esensinya Jika Patuh Protokol Kesehatan

Pergerakan wanita muda yang sudah mulai signifikan, ternyata masih tetap dihantui oleh sistem patriarki. Wanita yang turun ke jalan harus lebih bisa jaga diri dari benturan masa aksi dan aparat juga dari pelecehan saat aksi.