Pangeran Harry dan Meghan Markle mengobrol virtual dengan Malala Yousafzai, aktivis wanita bidang pendidikan dari Pakistan.

Malala, pemegang Nobel bidang perdamaian di tahun 2014 atas perjuangannya melawan penindasan anak-anak dan hak pendidikan wanita, membuka penggalangan dana untuk pendidikan anak bersama dengan The Royal Family, Duke dan Duchess of Sussex pada (11/10) melalui kanal YouTube Malala Fund.

Kedua pihak membahas tentang pentingnya kesempatan mengenyam pendidikan bagi anak perempuan secara khusus.

Malala yang berasal dari lingkungan Taliban menjelaskan betapa sulitnya wanita untuk mendapat pendidikan di sana. Bahkan, pergi ke sekolah rasanya seperti di antara hidup dan mati. Malala sendiri pernah ditembak di kepala setelah pulang dari sekolah oleh kelompok Taliban pada tahun 2012.

"20 juta lebih anak perempuan berisiko putus sekolah karena pandemi ini," katanya pada Pangeran Harry dan Meghan Markle.

"Mereka berisiko gak pernah bisa kembali ke sekolah karena mereka cenderung didorong ke dalam pernikahan dini anak atau mereka mungkin menjadi pencari nafkah, pendukung keuangan keluarga mereka."

"Ini bukan hanya merampok kekayaan budaya masyarakat yang datang dengan mendidik gadis-gadis muda. Itu juga merampok masa gadis-gadis muda ini," jawab Meghan.

Malala Fund sendiri membuka penggalangan dana sejak April dan bekerja sama dengan Juara Pendidikan mereka untuk memastikan wanita muda terus belajar selama krisis COVID-19. Malala Fund telah menambah investasi sebesar $3 juta dalam bentuk hibah untuk organisasi pendidikan demi membuat sistem pendidikan lebih aman dan lebih kuat. 

Donasi-donasi yang masuk diharapkan akan membantu mendanai tim Malala Fund untuk menjangkau para wanita muda yang berisiko gak kembali ke sekolah.

Baca Juga: Wajah Anaknya Difoto Paparazzi, Sengketa Megan Markle dan Paparazzi Dinyatakan Tuntas!

Beauty bisa menyaksikan percakapan penuhnya pada link tautan di bawah ini!