Menu

Waduh, Terlalu Sering Makan Kulit Ayam Ternyata Bisa Berbahaya Bagi Tubuh! Ini Faktanya

06 September 2022 14:35 WIB
Waduh, Terlalu Sering Makan Kulit Ayam Ternyata Bisa Berbahaya Bagi Tubuh! Ini Faktanya

Ayam Pop (Instagram/@yscooking)

HerStory, Bandung —

Tahu enggak Moms, daging ayam adalah salah satu makanan yang banyak dikonsumsi saat ini lho. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperkirakan bahwa pada tahun 2021, 133 juta ton daging putih dikonsumsi di seluruh dunia.

Di Amerika Latin, wilayah ketiga di dunia tempat makanan ini paling banyak dikonsumsi, rata-rata 32,7 kilogram ayam dimakan per orang pada 2019. Di Brasil, angkanya adalah 40,6 kilogram dan di Argentina 40,4 kilogram.

Kepopuleran daging ayam pun dikarenakan harganya yang terjangkau, rendah lemak, dan juga bisa dimakan oleh siapapun. Selain itu, daging ayam kaya akan protein serta sumber vitamin dan mineral yang penting. Ia juga mengandung lemak tak jenuh tunggal (mono-unsaturated fat) dalam kadar signifikan, yang bermanfaat dan dapat membantu kesehatan kardiovaskular.

Namun, makanan populer ini juga tampaknya dikelilingi oleh pemahaman dan keyakinan yang keliru. Misalnya, kulit ayam diketahui mengandung lemak tingkat tinggi. Jadi, apakah baik makan ayam dengan kulit atau haruskah kita melepasnya sebelum memasak atau memakannya?

"Kulit ayam mengandung 32% lemak, yaitu, setiap 100 gram kulit yang kita konsumsi, 32 gram adalah kontribusi lemak," kata Mara Dolores Fernndez Pazos, ahli gizi di Center for Nutritional Information of Chicken Meat (CINCAP) di Argentina, kepada BBC Mundo.

Dari lemak yang terkandung dalam kulit ayam ini, jelas ahli gizi, dua pertiganya adalah lemak tak jenuh, yang disebut "lemak baik", yang membantu meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Dan sepertiganya adalah lemak jenuh, salah satu yang disebut "lemak berbahaya," yang berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol "jahat".

Ini adalah tingkat lemak yang sama dengan yang terkandung dalam daging ayam. Karena itu, kata ahli, "jika kita mengkonsumsi ayam dengan kulit, kita akan meningkatkan asupan kalori setiap porsi sekitar 50%. "

Misalnya, jika kita makan dada ayam 196 gram tanpa kulit, kita akan mengonsumsi 284 kalori (menurut data nutrisi dari Departemen Pertanian AS), dengan 80% kalori dari protein dan 20i lemak.

Tetapi angka-angka itu meningkat secara drastis jika kita makan bersama kulitnya: dada ayam akan menyumbang 386 kalori, dengan 50rasal dari protein dan 50i lemak.

Oleh karena itu, kata ahli gizi Dolores Fernndez, "rekomendasi paling sehat dan paling umum di masyarakat populasi ialah mengupas (kulit) sebelum makan, agar tidak menjadi kalori atau lemak ekstra di piring."

Baca Juga: Please Teliti Ya! Jangan Beli Daging Ayam dengan Ciri-ciri Kayak Gini, Alih-alih Sehat Malah Bikin Pendek Umur

Baca Juga: Hati-hati! Hindari Makan Ikan Laut dan Ayam Secara Bersamaan Jika Tak Mau Terkena Bahaya Ini

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.