Ilustrasi rambut rontok. (pinterest/freepik)
Di tengah pandemi, risiko stres menjadi meningkat. Stres tentu memberikan efek buruk pada kesehatan. Salah satu efek buruk yang disebabkan saat stres adalah kerontokan rambut.
dr. Endi Novianto, SpKK (K), FINSDV, FAADV, mengatakan bahwa tak banyak yang menyadari bahwa stres bisa menjadi salah satu penyebab rambut rontok.
"Stres tuh kadang-kadang orang berpikir bahwa itu psikologis aja, jadi hanya karena pikiran, enggak bisa mengatasi tekanan, tapi stres juga bisa disebabkan oleh berbagai hal," ujar dr. Endi saat ZAP Virtual Media Meet Up, Kamis (15/10/2020).
"Jadi misalnya sakit berat, demam, kemudian kecapekan, enggak bisa ke luar rumah kayak sekarang karena pandemi itu kan menimbulkan stres psikologis juga. Nah itu secara sistem imun kita aja terganggu, termasuk juga sistem organ yang lain, rambut juga," lanjutnya.
dr. Endi menjelaskan bahwa stres bisa membuat pertumbuhan rambut menjadi terhambat. Untuk itu, penting melakukan pencegahan demi memiliki kulit kepala yang sehat sehingga rambut tak mudah rontok.
"Jadi banyak orang mengalami kerontokan rambutnya tadinya fase tumbuh disebut anagen, masuk ke telogen (kerontokan) dan katagen (istirahat)," jelasnya.
"Itu yang menyebabkan rontok dan itu pengaruhnya cukup besar. Untuk itu penting melakukan tindakan preventif agar tak berlanjut," sambungnya.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.