Menu

Duh Ngeri... Ini 5 Tanda Kamu Memiliki Terlalu Banyak Lemak di Hati, Waspada Ya Beauty!

14 September 2022 09:20 WIB
Duh Ngeri... Ini 5 Tanda Kamu Memiliki Terlalu Banyak Lemak di Hati, Waspada Ya Beauty!

Ilustrasi penyakit perlemakan hati atau fatty liver (Shutterstock/Edited By HerStory)

HerStory, Bogor —

Beauty, lemak dapat menumpuk hampir di mana saja di tubuh, termasuk hati. Memiliki sejumlah kecil lemak di organ terbesar kedua tubuh adalah normal, tetapi terlalu banyak dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius. 

Penyakit hati berlemak nonalkohol atau steatosis adalah kondisi umum yang terjadi pada orang yang bukan peminum berat. Kondisi ini mempengaruhi satu dari tiga orang dewasa dan satu dari 10 anak-anak di Amerika Serikat, kata Cleveland Clinic. 

Dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kerusakan hati, tetapi kabar baiknya adalah kamu dapat membalikkannya dengan perubahan gaya hidup sehat dan kebiasaan makan, Beauty.

Terkait hal itu, dikutip dari laman Eat This, Rabu (14/9/2022), John Angstadt, selaku Direktur MD Bedah Bariatrik dan Minimal Invasif di Rumah Sakit Universitas Staten Island pun berbagi apa yang perlu diketahui tentang steatosis dan tanda-tanda jika kamu memilikinya. Yuk simak!

Mengapa Kita Dapat Memiliki Kelebihan Lemak di Hati?

Dr. Angstadt menjelaskan, kekhawatiran kesehatan mengenai hati adalah adanya lemak yang disimpan di dalam hati. Secara medis, kondisi ini disebut steatosis. 

“Anda mengalami steatosis ketika jumlah lemak di hati melebihi 5i berat hati Anda. Anda menyimpan lemak di hati saat Anda mengonsumsi kalori berlebih. Setiap peningkatan asupan kalori dapat menyebabkan steatosis. Minuman manis dan alkohol disebut-sebut sebagai penyebab umum karena menambah kalori ke dalam makanan, tetapi sebenarnya tak memiliki nilai gizi yang jelas. Kita cenderung tidak menghitungnya kalori cair dan mudah untuk mengkonsumsi banyak kalori dalam waktu singkat,” paparnya.

Siapa yang Beresiko?

Dr. Angstadt menuturkan, saat ini sebagian besar steatosis terkait dengan berat badan. Pasien yang berisiko adalah mereka yang memiliki indeks massa tubuh di atas 30.

Indeks massa tubuh atau BMI menghubungkan berat badan dengan tinggi badan  dan merupakan indikator umum apakah seseorang memiliki kelebihan berat badan. 

Bahaya Steatosis

“Steatosis menimbulkan risiko yang signifikan jika penyakit berkembang," kata Dr Angstadt. 

Pada beberapa pasien, lemak di hati menyebabkan reaksi peradangan yang disebut steatohepatitis. Peradangan ini dapat menyebabkan jaringan parut di hati, ciri khas sirosis.

Setelah jaringan parut terbentuk, tidak dapat diangkat atau diobati sehingga pengobatan terbaik adalah dengan menghindari perkembangan penyakit.

5 Tanda Mengalami Steatosis Hati

Dr Angstadt mengatakan, kebanyakan pasien dengan steatosis tak memiliki gejala yang membuat penyakit ini lebih berbahaya. Namun, beberapa pasien mencatat gejala berikut:

  • Nyeri atau rasa penuh di kuadran kanan atas di atas hati
  • Kehilangan selera makan
  • Mual
  • Warna kuning pada mata atau kulit
  • Pembengkakan perut

Cara Menghilangkan Lemak di Hati

Menurut Dr. Angstadt, penurunan berat badan adalah cara terbaik untuk mengurangi atau menghilangkan lemak di hati. Kamu dapat menurunkan berat badan dengan diet dan olahraga, tetapi jika kamumemiliki berat badan yang turun secara signifikan (BMI di atas 35), pilihan pembedahan memberikan solusi yang lebih baik. 

“Jika Anda menderita diabetes, sangat penting bahwa Anda mengendalikan penyakit dengan baik. Jika Anda telah diberitahu menderita perlemakan hati, yang terbaik adalah menghindari alkohol dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Semoga informasinya bermanfaat, ya Beauty!

Baca Juga: Awas! Ini 9 Gejala Penyakit Liver pada Wanita yang Pantang Disepelekan, Hati-hati ya Beauty

Baca Juga: Waspada Gejala Penyakit Hati Berlemak, 4 Perubahan di Kulit Ini Bisa Jadi Tanda Peringatan Serius Beauty!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.