Menu

Sering Konsumsi Minuman Manis, Ini Dampak Negatifnya Jika Kadar Gula dalam Tubuh Tinggi

27 September 2022 12:10 WIB
Sering Konsumsi Minuman Manis, Ini Dampak Negatifnya Jika Kadar Gula dalam Tubuh Tinggi

Ilustrasi Pemeriksaan Gula Darah. (The Alternative Daily/Edited By HerStory)

HerStory, Bandung —

Kadar gula darah merupakan banyaknya zat gula atau glukosa di dalam darah. Kadar gula bisa mengalami perubahan. Untuk itu, penting untuk menjaga kada gula dalam batas normal supaya tubuh tidak mengalami gangguan.

Kadar gula darah bisa dipengaruhi oleh asupan nutrisi dari makanan atau minuman, khususnya karbohidrat, serta jumlah insulin dan kepekaan sel-sel tubuh terhadap insulin. Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan, lho.

Kira-kira Apa yang Terjadi jika Gula Darah Terlalu Tinggi?

Kadar gula darah dikatakan terlalu tinggi jika melebihi 200 mg/dL. Istilah medis untuk kadar gula darah yang terlalu tinggi, yaitu hiperglikemia. Hal ini bisa terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, yakni hormon yang dilepas oleh pankreas. 

Selain itu, gula darah tinggi juga bisa disebabkan oleh sel-sel tubuh yang tidak sensitif terhadap insulin sehingga gula dari darah tidak bisa masuk ke dalam sel untuk diproses. Umumnya, gula darah tinggi sering dialami oleh penderita diabetes yang tidak menjalani gaya hidup sehat, misalnya terlalu banyak makan, kurang berolahraga, lupa mengonsumsi obat diabetes atau insulis, stres, infeksi, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Gejala yang dimiliki ketika memiliki kadar gula yang tinggi, yakni penderita akan merasa haus, penglihatan buram, pusing, gelisah, dan penurunan kesadaran. Selain itu, kulit akan terlihat memerah, kering, dan terasa panas. Jika tidak ditangani, penderita akan mengalami ketoasidosis diabetik atau sindrom hiperglikemi hiperosmolar yang bisa berakibat fatal. 

Risiko terjadinya infeksi pada gigi dan gusi, masalah kulit, osteoporosis, gagal ginjal, kerusakan saraf, kebutaan, serta penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) pun daat meningkat jika didapati kadar gula tinggi dalam janga waktu lama tanpa pengobatan.

Dampak dari Gula Derah yang Terlalu Rendah

Gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia bisa terjadi KEtika kadar gula berada di bawah 70 mg/dL. Ini bisa terjadi ketika penderita diabetes mengonsumsi obat antidiabetes, khususnya insulin yang bisa menurunkan kadar gula darah secara berlebihan.

Penderita diabetes, khususnya yang mengalami hipoglikemia bisa terjadi melalui obat antidiabetes yang tidak diiringi oleh asupan makanan yang cukup serta olahraga yang berlebihan.

Tak hanya penderita diabetes, hipoglikemia juga bisa diderita oleh sebagian orang. Beberapa penyebabnya, diantaranya:

1. Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol

2. Menderita penyakit tertentu, seperti hepatitis, anoreksia nervosa, atau tumor pada pankreas

3. Kekurangan hormon tertentu

4. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

5. Tanpa sengaja mengonsumsi obat antidiabetes miliki orang lain

Gejala lain yang bisa dialami adalah lapar, keluar keringat dingin ,kulit pucat, jantung berdebar, kesemutan di aea mulut, gelisah, mudah marah, bicara melantur, sulit konsentrasi, tidak mampu berdiri atau berjalan, otot berkedut, serta kejang.

Jika gejala tersebut dibiarkan, kondisi ini akan menyebabkan stroke, koma, bahkan kematian. Untuk itu, pentingn bagi keluarga untuk mengerti pentingnya kadar gula darah yang ada pada tubuh. Ini tentunya untuk menghindari dampak buruk yang mungkin terjadi.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan