Ilustrasi memeriksa tekanan darah. (Pixabay/Steve Buissinne)
Beauty, tekanan darah tinggi atau hipertensi dikenal sebagai 'pembunuh diam-diam' karena seringkali tak menunjukan tanda-tanda. Meskipun ini adalah kondisi umum, penyakit ini adalah penyebab utama kematian yang dapat dicegah.
Dengan mengambil pilihan gaya hidup sehat seperti tak merokok, memiliki diet seimbang, cukup tidur dan aktif secara fisik, kamu dapat mengurangi risiko secara signifikan. Ingat, mengabaikan tekanan darah tinggi dapat menyebabkan hasil yang fatal dan serius.
The American Heart Asosiasi menganjurkan agar kita tak pernah mencoba mendiagnosis hipertensi sendiri, Beauty. Sebaliknya, bicarakan dengan profesional medis yang dapat membantumu melacak tren tekanan darah.
Dan dikutip dari Eat This, Jumat (30/9/2022), berikut 5 gejala dari hipertensi yang gak boleh kamu abaikan, Beauty. Simak ya!
Sean Marchese, MS, RN, perawat terdaftar di The Mesothelioma Center, mengatakan, perdarahan subkonjungtiva adalah istilah medis untuk pembuluh darah yang rusak di mata, yang dapat menyebabkan bercak darah kemerahan secara umum.
Tanda ini biasanya lebih umum pada mereka yang menderita diabetes atau gangguan peredaran darah, tetapi juga pada beberapa kasus hipertensi. tekanan darah tinggi yang tidak diobati dapat merusak saraf optik yang menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan.
Marchese juga bilang, tekanan darah tinggi tak menyebabkan pusing, tetapi pusing atau vertigo dapat disebabkan oleh obat tekanan darah tertentu atau masalah peredaran darah yang buruk.
Seiring waktu, hipertensi dapat melemahkan pembuluh darah dan menurunkan aliran darah ke otak dan jaringan vital lainnya. Ketika otak menerima lebih sedikit oksigen, kamu mungkin merasa lelah, pusing atau bingung.
Pusing juga merupakan tanda stroke yang disebabkan oleh bekuan darah di otak, kondisi mematikan yang disebabkan oleh hipertensi yang tidak diobati.
Marchese menuturkan, seseorang mungkin mengalami detak jantung tak teratur atau palpitasi dengan tekanan darah tinggi. Palpitasi mungkin terasa seperti jantung "berdetak".
Gejala ini terkait dengan krisis hipertensi dan dapat mengindikasikan serangan jantung yang akan datang. Jantung berdebar juga dapat menyebabkan pembekuan darah dan stroke karena jantung tidak dapat memompa darah secara efektif selama krisis hipertensi.
Segera cari bantuan medis jika mengalami palpitasi jantung yang tidak dapat dijelaskan atau nyeri dada yang tidak normal, ya Beauty
Ketika tekanan darah meningkat di arteri vital, itu dapat menurunkan efisiensi transfer oksigen saat jantung berjuang untuk mendorong darah melalui paru-paru, jelas Marchese.
Tekanan darah tinggi di pembuluh yang menghubungkan jantung dan paru-paru dikenal sebagai hipertensi pulmonal, yang dapat menyebabkan sesak napas. Hipertensi pulmonal adalah masalah kritis dan juga dapat menyebabkan kelelahan, pusing, nyeri dada, batuk, dan edema.
Marchese menyatakan, hipertensi yang parah dapat menyebabkan mual atau muntah dalam beberapa kasus, seringkali sebagai efek sekunder dari pusing. Orang yang menjalani pengobatan hipertensi mungkin mengalami mual setelah melewatkan dosis resep, tetapi mungkin tak selalu menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi.
Gejalanya mungkin menunjukkan keadaan darurat hipertensi jika tekanan darahmu di atas kisaran normal dan tetap di sana selama beberapa menit. Dalam hal ini, kamu harus mencari perhatian medis sebagai secepatnya, ya Beauty!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.