2020 memang penuh dengan rintangan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Harus bekerja dari rumah dan tugas di rumah jadi bertumpuk. Kurangnya akses olahraga di luar dan hasilnya banyak orang mengalami pusing di bagian kepala antara kedua mata.

Dilansir dari popsugar.com (23/10) Dr. Charisse Litchman, MD, Direktur Medis Nurologi di Nurx memberi penjelasan mengapa pusing ini lebih sering terjadi. 

"Enggak diragukan lagi bahwa situasi saat ini telah menciptakan badai pemicu yang sempurna untuk menyebabkan sakit kepala yang lebih sering dan lebih parah. Salah satu pemicu penting adalah stres," katanya.

Itulah mengapa kamu merasa sering pusing di bagian kepala depan. Sakit kepala ini biasanya dikaitkan dengan stres dan juga ketegangan mata.

"Mengendalikan sakit kepala biasanya membutuhkan pendekatan multifaset," kata Dr. Litchman. "Selain resep dan obat-obatan yang dijual bebas, vitamin, suplemen, dan gaya hidup dapat membantu mencegah atau mengobati sakit kepala, atau setidaknya membuatnya lebih baik sampai obat penghilang rasa sakit masuk."

Cara mengatasi

Dr. Litchman menyarankan untuk mengeksplorasi pendekatan yang lebih alami untuk menghilangkan rasa sakit, seperti akupunktur, yang telah lama dikenal untuk mengurangi frekuensi dan keparahan sakit kepala. "Meskipun manfaatnya bersifat sementara, (akupunktur) aman, dapat ditoleransi dengan baik, dan merupakan pilihan tambahan untuk perawatan medis untuk sakit kepala."

Akupresur adalah pilihan lain bagi mereka yang enggak nyaman menemui ahli akupunktur sekarang. Dr. Litchman mengatakan bahwa memberikan tekanan ke tanganmu pada titik tekanan Hegu (terletak di antara pangkal ibu jari dan jari telunjuk) Dapat memberikan kelegaan sementara.

"Tekan titik ini selama lima menit dan gerakkan ibu jarimu dalam lingkaran sambil menekan (tegas tetapi tidak terlalu keras hingga terasa sakit!). Ulangi di sisi lain selanjutnya. Kamu dapat mengulang sesering yang diperlukan untuk mengurangi rasa sakit," jelasnya.

"Menempatkan kompres panas di kepala atau lehermu, mengoleskan minyak esensial peppermint ke pelipis, beristirahat di ruangan yang gelap dan tenang, dan secara agresif melembabkan dengan air juga dapat membantu meredakan nyeri," tambah Dr. Litchman.

Meskipun belum ada bukti ilmiah bahwa kacamata pemblokir cahaya biru (anti radiasi) dan filter aplikasi untuk layar dapat efektif, Dr. Litchman mengatakan hal tersebut bisa dicoba jika kamu menggunakan ponsel atau komputer selama berjam-jam setiap hari.

Pencegahan sama pentingnya dengan perawatan juga, terutama jika sakit kepalamu sering terjadi. 

Luangkan waktu untuk diri sendiri dan mendengarkan emosimu adalah kuncinya. Dr. Litchman menyarankan untuk bersantai di bak mandi busa, lebih banyak berinteraksi secara sosial dengan teman-teman (bahkan jika itu berarti melalui video call!), Atau mencari bantuan profesional dari sumber kesehatan mental, jika diperlukan.