Pandemi virus corona terus berlangsung hingga kini. Di sisi lain, ada penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa wanita lebih sedikit membangun antibodi terkait covid-19 dibandingkan laki-laki.

Hal tersebut diungkapkan oleh penelitian yang dilakukan oleh ilmwuan asal Portugal yang diterbitkan dalam European Journal of Immunology. Para ilmuwan mengatami tingkat antibodi dari 300 pasien dan petugas kesehatan di suatu rumah sakit dan 200 penyintan COVID-19.

Penelitian ini melakukan cross sectional selama enam bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antibodi meningkat dalam tiga minggu awal seseorang mengalami keluhan gejala COVID-19. Selain itu, dikatakan pula bahwa laki-laki membentuk lebih banyak antibodi daripada wanita.

"Dalam fase respons awal ini, rata-rata pria memproduksi lebih banyak antibodi daripada wanita, tetapi levelnya seimbang selama fase resolusi dan serupa antara jenis kelamin pada bulan-bulan setelah infeksi SARS-CoV-2," ujar penulis penelitian, Marc Veldhoen dari Medicina Molecular Joao Lobo Antunes di Portugal.

Baca Juga: Nia Daniaty Diisukan Positif Corona, Pihak Keluarga Buka Suara!

Tak hanya itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa antibodi semakin meningkat tajam pada pasien yang terinfeksi COVID-19 bergejala parah. Ditambah tak ada hal yang signifikan membendakan tingkat antibodi dalam kelompok usia.