Menu

Bisa Sebabkan Kerusakan Organ Tubuh, Kenali Gejala dan Penyebab Badai Sitokin

10 Oktober 2022 14:45 WIB
Bisa Sebabkan Kerusakan Organ Tubuh, Kenali Gejala dan Penyebab Badai Sitokin

Ilustrasi wanita mengalami long Covid. (Times of India/Edited By HerStory)

HerStory, Bandung —

Badai sitokin merupakan salah satu komplikasi yang bisa dialami oleh penderita Covid-19. Kondisi ini perlu diwaspadai dan perlu untuk segera ditangani secara intensif. 

Sitokin sendiri merupakan salah satu protein yang berpedan dalam sistem kekebalan tubuh. Dalam kondisi norma, sitokin sendiri membantu sistem imun berkoordinasi dengan baik dalam melawan bakteri atau virus penyebab infeksi. Badai sitokin ini juga merupakan kondisi yang berbahaya bagi pasien Covid-19.Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu Badai Sitokin?

Badai sitokin dikenal dengan cytikine storm. Badai sitokin sendiri terjadi ketika tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin ke dalam darah dalam jangka waktu yang sangat cepat. Kondisi ini membuat sel imun justru menyerang jaringan dan sel tubuh yang sehat, sehingga menyebabkan peradangan. 

Kondisi ini pun dapat diketahui dengan pemeriksaan D-dimer dan CRP pada penderita Covid-19. Enggak jarang, peradangan tersebut membuat organ-organ di dalam tubuh menjadi rusak atau gagal berfungsi. Hal inilah yang membuat badai sitokin perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan kematian.

Badai sitokin sendiri menyerang jaringan paru-paru dan pembuluh darah. Alevoli atau kantung udara kecil di paru-paru akan dipenuhi oleh cairan sehingga enggak memungkinkan terjadinya pertukaran oksigen. Inilah mengapa penderita Covid-19 kerap mengalami sesak napas.

Gejala Badai Sitokin pada Penderita Covid-19

Sebagian besar penderita Covid-19 yang mengalami badai sitokin mengalami demam dan sesak napas hingga membutuhkan alat bantu napas atau ventilator. 

Kondisi ini biasanya terjadi sekitar 6-7 hari setelah gejala Covid-19 muncul. Selain demam dan sesak napas, badai sitokin juga menyebabkan berbagai gejala, seperti:

- Kedinginan atau menggigil

- Kelelahan

- Pembengkakan di tungkai

- Mual dan muntah

- Nyeri otot dan persendian

- Sakit kepala

- Ruam kulit

- Batuk

- Napas cepat

- Kejang

- Sulit mengendalikan gerakan

- Kebingungan dan halusinasi

- Tekanan darah sangat rendah

- Penggumpalan darah

Cara Mengatasi Badai Sitokin

Penderita Covid-19 yang mengalami badai sitokin memerlukan perawatan di unit perawatan intensif (ICU). Beberapa langkah penanganan yang akan dilakukan dokter, di antaranya:

1. Pemantauan tanda-tanda vital, yang meliputi tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, dan suhu tubuh, secara intensif

2. Pemasangan mesin ventilator

3. Pemberian cairan melalui infus

4. Pemantauan kadar elektrolit

5. Cuci darah (hemodialisis)

6. Pemberian obat anakinra atau tocilizumab (actemra) untuk menghambat aktivitas sitokin

Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penanganan yang tepat terhadap penderita COVID-19 yang mengalami badai sitokin.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan