Beauty, kita tentu membutuhkan waktu untuk beristirahat dari pekerjaan dan segala aktifitas kita yang sudah kita jalani dalam waktu yang lama. Liburan menjadi salah satu cara ampuh untuk membantu kita mengembalikan semangat dalam menjalani hidup. Namun, gimana kalau ketika liburan keadaan malah bikin kamu tambah stress?

Menurut seorang Psikolog Keluarga, Rosalina Verauli mengatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa liburan bisa membuat orang malah semakin menjadi stress, salah satunya adalah waktu liburan yang terlalu dipaksakan.

"Hati-hati liburan juga bisa memicu stres atau stress during holiday. Jadi kalau liburan, berliburlah jangan sampai memaksakan diri, dan persiapkan biasa saja. Apalagi liburan yang persiapannya bikin kita kelelahan, berhati-hatilah," ujar Vera.

Stress During Holiday merupakan perasaan stress atau tertekan yang dialami ketika berlibur. Ekspektasi kita ingin melepas rasa lelah dan penat, liburan malah membuat pusing dengan banyaknya kendalayang ditemui.

Maksud dari liburan yang terlalu dipaksakan antara lain uang liburan yang digunakan adalah hasil hutang, ditambah membawa keluarga besar yang membuat persiapan juga harus semakin banyak dan matang, dan lain sebagainya.

"Makanya liburan itu bukan yang persiapannya harus panjang jauh-jauh hari, bikin kita jadi tertekan ngurusin perintilannya. Sampai bingung mikirin kegiatan yang mau dilakukan, sampai nggak punya uang maksain ada uangnya, nggak perlu yang begitu," tegas Vera.

Selain itu, Vera juga mengatakan bahwa jika ingin liburan kita enggak harus mewajibkan diri untuk datang ke tempat yang jauh dan rumit untuk dijangkau. Kita bisa saja memilih tempat di mana sajayang penting kita selama liburan kita bisa bahagia menghabiskan waktu dengan orang lain atau keluarga.

Baca Juga: Liburan Mewah ke Sumba, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Sewa Pesawat Khusus hingga Berkuda

Jadi, masih mau paksa liburan atau gimana, nih, Beauty?