Sebagai seorang ibu, tugas mendidik anak jadi hal yang paling penting dikuasai. Tentu saja beda dengan pola yang diajarkan guru di sekolah anak. Banyak guru yang kerepotan mendidik muridnya yang banyak sampai-sampai salah mengajar, seperti, dengan mudahnya mengecap seorang anak nakal karena enggak mengerjakan pekerjaan rumah.

Moms, jangan didik anakmu seperti pola guru-guru yang salah ya. Kamu bisa mengajari anak-anak untuk menenangkan emosi yang besar melalui pembelajaran sosial dan emosional, sebuah pendekatan yang digunakan di banyak sekolah Amerika Serikat. 

Pemikirannya sederhana: Untuk membesarkan anak-anak yang lebih baik, kita harus mengajari mereka cara bersikap baik kepada diri sendiri. Itu dimulai dengan menguasai emosi diri sendiri.

Dilansir dari parents.com, James Comer, M.D., M.P.H., dari Pusat Studi Anak Fakultas Kedokteran Universitas Yale, mengembangkan cara untuk mengajarkan keterampilan sosial dan emosional pada tahun 1968 dan sekarang digunakan secara luas. 

Apa saja poin yang dapat diajarkan untuk putra dan putrimu di rumah?

Kesadaran diri

Ini adalah kemampuan untuk memahami dan mengekspresikan emosi, tujuan, dan nilai. Bangun keterampilan ini dengan membantu anak yang kesal menggali apa yang salah. Apakah mereka rewel karena lapar dan tidak menyadarinya? Marah karena mereka gagal dalam ujian dan merasa sedih? 

Tanyakan, “Kapan perasaan itu mulai? Apa yang terjadi sebelumnya? ” Meskipun mereka tidak dapat menjawab, mengarahkan mereka dengan cara ini dapat membuahkan hasil dalam perilaku refleksi diri saat mereka tumbuh, kata David LaViscount, Ph.D., kepala sekolah Audubon Charter School-Gentilly, di New Orleans.

Manajemen diri

Seorang anak dengan manajemen diri yang kuat mampu mengatasi stres. Bantu mereka menciptakan area untuk menenangkan diri, yang sering disebut dengan Pojok Perdamaian. 

Kesadaran sosial

Ini adalah kapasitas untuk merasakan dan menunjukkan empati. Untuk meningkatkannya pada si kecil, diskusikan bagaimana perasaannya saat berinteraksi dengan orang-orang secara langsung ataupun daring melalui sosial media, dan ajarkan apa yang harus dia lakukan untuk mengungkapkan empatinya dan membantu mereka merasa lebih baik.

Keterampilan Hubungan

Ini membantu anak berkomunikasi, mendengarkan, dan berkolaborasi. Dorong mereka dengan menunjukkan kepada anak bahwa perasaan mereka itu penting. Pada malam hari, tanyakan apa yang membuat mereka bahagia, sedih, takut, atau bingung hari itu, dan benar-benar dengarkan dan tanggapi apa yang mereka katakan kepadamu.

Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab

Baca Juga: Mengasah Keterampilan Anak Umur 2 Tahun dengan Permainan Seni Berikut Ini

Ini adalah kemampuan untuk berperilaku dengan cara yang melayani diri sendiri dan orang lain. Untuk memupuk keterampilan ini, berikan contoh seperti, biarkan anakmu mencontoh saat kamu mengambil keputusan dengan hati-hati, memperhatikan dengan mempertimbangkan kebutuhan orang lain dan juga dalam mengerjakan kebutuhanmu sendiri.