Ilustrasi polusi udara (Freepik/EditedByHerstory)
Polusi udara merupakan suatu hal yang buruk untuk kesehatan tubuh. Apalagi, jika kamu menghirupnya tiap hari, Beauty.
Zat berbahaya yang terkandung dalam polusi udara dapat memicu berbagai penyakit, mulai dari yang menyerang pernapasan hingga ancaman kanker paru-pau juga mengintai.
Lebih lanjut, kira-kira apa saja zat berbahaya yang terkandung di dalam polusi udara dan bagaimana dampaknya bagi tubuh? Yuk, simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini, Beauty.
Nitrogen dioksida (NO2) adalah suatu zat berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran mesin kendaraan, emisi pembangkit listrik, dan kapal. Nitrogen dioksida bisa menurunkan fungsi paru-paru dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi pernapasan, lho.
Zat berbahaya ini juga dapat masuk ke dalam paru-paru hingga memperburuk penyakit pernapasan, seperti asma, bronkitis, dan emfisema. Selain itu, zat ini juga dapat mengiritasi lapisan lendir pada mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
Karbon monoksida adalah zat berbahaya yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor, pembangkit listrik, pembakaran batu bara, limbah industri, hingga kayu bakar kompor. Meski gak memiliki aroma dan warna, kamu terancam mengalami keracunan karbon monoksida yang menyebabkan suplai darah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh terhambat jika menghirupnya.
Gejala keracunan karbon monoksida bisa berupa sakit kepala, pusing, lemas, dan mual. Jika terpapar paparan karbon monoksida dalam jumlah yang tinggi dan berkepanjangan maka akan menyebabkan muntah, sesak napas, penglihatan kabur, penurunan kesadaran, hingga kematian.
Timbal atau timah adalah zat berbahaya yang berasal dari emisi kendaraan, industri, dan cat. Zat ini sangat beracun dan bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf dan ginjal, serta mengganggu proses pembentukan hemoglobin.
Paparan timbal dapat mengakibatkan gangguan saraf, penurunan kesuburan, penyakit kardiovaskular hingga penurunan fungsi ginjal.
Sulfur dioksida (SO2) dihasilkan dari pembakaran batu bara dan bensin yang dapat mengiritasi mata dan hidung. Zat berbahaya ini dapat menyebabkan meningkatkan risiko terjadinya pneumonia dan penyempitan saluran pernapasan.