Menu

Penelitian: Paparan Polusi Udara Meningkatkan Risiko Infertilitas, Calon Moms dan Dads Waspada Ya!

08 Agustus 2023 19:50 WIB

Ilustrasi perkotaan dengan polusi udara (Freepik/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Polusi udara di Indonesia, terutama Jakarta belakangan ini dalam kondisi tak sehat. Tentunya, udara yang dipenuhi paparan polusi udara sangat berbahaya bagi kesehatan. 

Tahukah Beauty, satu risiko kesehatan yang ditimbulkan dari polusi udara adalah infertilitas atau gangguan kesuburan, setelah berhubungan intim selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi. Kondisi ini dibuktikan dalam sebuah penelitian di China.

Hasil analisis terhadap 18 ribu pasangan di China menunjukkan, orang yang hidup dengan tingkat polusi cukup tinggi mengalami risiko infertilitas 20% lebih besar. Partikel polusi menyebabkan peradangan dalam tubuh, yang dapat merusak produksi telur serta sperma. 

Studi terbaru lainnya dilakukan pada 600 wanita di klinik infertilitas Amerika Serikat. Ditemukan, peningkatan paparan polusi udara dikaitkan dengan jumlah telur dalam ovarium lebih rendah. 

Udara yang kotor meningkatkan risiko aspek reproduksi. Tingkat nitrogen dioksida pada polusi udara sama buruknya dengan merokok, bisa menyebabkan keguguran karena partikel polusi ditemukan di sisi janin plasenta. 

Pemimpin Penelitian Infertilitas, Pusat Pengobatan Reproduksi Rumah Sakit di Universitas Peking Tiongkok, Qin Li mengatakan, calon orangtua harus lebih berhati-hati terhadap polusi udara. 

“Banyak penelitian telah mencatat bahwa polusi udara dikaitkan dengan banyak kejadian kehamilan yang merugikan. Sekitar 30% pasangan tidak subur memiliki infertilitas yang tidak dapat dijelaskan,” tutur Li, sebagaimana dikutip HerStory dari The Guardian, Selasa (8/8/2023). 

Para peneliti menemukan, wanita yang terpapar polusi partikel kecil yaitu 10 mikrogram per meter kubik lebih tinggi selama setahun memiliki risiko infertilitas 20% lebih besar. Tingkat polusi rata-rata untuk pasangan Cina adalah 57µg/m3, sementara di London, Inggris, rata-rata sekitar 13µg/m3.

Hasil penelitian juga menunjukkan, proporsi wanita tak hamil setelah 12 bulan mencoba, naik dari 15% menjadi 26%, ketika terpapar polusi tinggi. Para peneliti juga memperhitungkan faktor-faktor lain termasuk usia, berat badan, pendapatan, merokok, minum alkohol, dan tingkat olahraga.

Share Artikel:

Oleh: Ummu Hani

Artikel Pilihan