Ilustrasi wanita sedang memakai koyo. (Shutter Stock/Edited by HerStory)
Beauty, koyo merupakan salah satu ‘alat tempur’ untuk menghilangkan pegal-pegal. Gak cuma orang usia tua, bahkan remaja juga kerap menggunakan koyo untuk menghilangkan rasa pegal dan nyeri.
Koyo berbentuk seperti plester yang menimbulkan sensasi hangat saat digunakan. Biasanya koyo ditempelkan di area tubuh yang pegal, seperti punggung, leher, hingga kepala.
Gak heran jika koyo itu banyak digunakan orang berbagai kalangan usia sebab sensasi hangatnya membuat pegal jadi hilang. Namun, di samping manfaat koyo, ada efek samping dari penggunaan koyo yang harus diwaspadai, lho.
Kira-kira apa saja dampak negatif dari koyo yang harus diwaspadai? Yuk, simak selengkapnya dalam artikel yang sudah HerStory rangkum berikut ini, ya.
Berhubung koyo ditempelkan langsung di kulit, penggunaan produk ini dapat menimbulkan iritasi, lho. Apalagi jika penggunaannya terlalu lama, maka kulit akan mengalami kemerahan hingga terasa gatal.
Biasanya reaksi iritasi ini muncul karena ada kandungan dalam koyo yang memicu alergi di kulit. Jika kamu merasakan sensasi gatal dan muncul kemerahan, maka segera lepaskan koyo secara berhati-hati, ya.
Ini merupakan reaksi lebih parah yang muncul setelah kemerahan dan rasa gatal. Munculnya ruam biasanya disertai dengan kulit kering, mengelupas, hingga terasa perih.
Biasanya reaksi ini muncul jika kamu memiliki kulit yang sensitif, Beauty. Oleh karena itu, penggunaan koyo gak disarankan bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun, ya.
Jika reaksi alergi makin parah, besar kemungkinan kulit yang dipakaikan koyo akan melepuh, lho. Kondisi ini akan semakin parah hingga dapat mengganggu aktivitas kamu, lho.
Segera lepaskan koyo dan kompres area kulit yang melepuh dengan air dingin. Jika kondisi kulit gak membaik, maka segera periksakan ke dokter, ya.
Nah, itu dia beberapa dampak negatif dari penggunaan koyo, Beauty. Gunakan koyo sesuai dengan anjuran pakai yang mana gak lebih dari 8 jam, ya!