Ilustrasi obat-obatan. (Pixabay/Steve Buissinne)
Beauty, teh kerap dijuluki sebagai salah satu minuman yang dapat memulihkan tenaga. Hal ini membuat banyak orang sakit yang kerap diberikan teh secara rutin.
Padahal, teh dapat mengganggu kerja obat dalam tubuh, lho. Saat kamu sedang mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya hindari teh agar zat dalam obat dapat bekerja secara optimal untuk mengatasi penyakit.
Hal ini terjadi karena dalam teh terdapat kafein yang dapat mengganggu proses penyerapan obat dalam tubuh. Gak hanya itu, bisa saja kombinasi keduanya menyebabkan efek samping berbahaya, lho.
Lalu, jenis obat apa saja yang gak boleh dikonsumsi bersamaan dengan teh? Yuk, simak selengkapnya dalam artikel yang sudah HerStory rangkum berikut ini, ya.
Beberapa jenis antibiotik, seperti enoxacin dan ciprofloxacin, berpotensi menghambat proses metabolisme kafein. Itu berarti kafein yang dikonsumsi akan lebih lama dikeluarkan oleh tubuh jika kamu mengonsumsi antibiotik tersebut bersamaan dengan teh.
Tak hanya itu, konsumsi teh dengan antibiotik juga bisa meningkatkan risiko efek samping, seperti sakit kepala, peningkatan detak jantung, hingga kecemasan.
Ephedrine merupakan jenis obat dengan efek bronkodilator dan dekongestan yang berfungsi untuk melegakan pernapasan pada kondisi sesak napas dan hidung tersumbat.
Mengonsumsi ephedrine dengan teh sangat tidak dianjurkan, karena kafein dan ephedrine merupakan zat stimulan yang dapat meningkatkan kerja sistem saraf. Jika kedua zat ini dikonsumsi secara bersamaan, akan muncul efek samping yang serius, seperti gangguan jantung.
Sama halnya dengan ephedrine, obat asma jenis bronkodilator tidak juga disarankan untuk dikonsumsi bersamaan dengan teh. Karena dapat meningkatkan risiko efek samping berupa perasaan gugup dan peningkatan detak jantung.
Obat darah tinggi seperti nadolol tidak bisa dikonsumsi bersamaan dengan teh. Pasalnya, kafein pada teh bisa mengurangi efektivitas obat dan menghambat penyerapan obat dalam tubuh. Dampaknya, tekanan darah tinggi menjadi tidak terkontrol.
Tak hanya itu, kombinasi antara teh dan nadolol juga bisa menimbulkan efek samping yang merugikan, seperti sakit kepala, kelelahan, nyeri dada, hingga kesulitan bernafas.
Mengonsumsi pil kontrasepsi atau pil KB bersamaan dengan teh hitam juga tidak dianjurkan oleh para ahli. Sebab, pil KB mengandung hormon estrogen, sedangkan teh mengandung senyawa kafein.
Kedua zat ini jika dikonsumsi secara bersamaan akan mengurangi kecepatan tubuh dalam mengolah kafein, sehingga menyebabkan peningkatan detak jantung, sakit kepala, serta gangguan kecemasan.
Clozapine merupakan jenis obat yang berfungsi untuk mengatasi gejala psikosis. Jika kamu mengonsumsi obat ini bersamaan dengan teh hitam, maka risiko efek samping akan meningkat. Disamping itu, kafein pada teh hitam juga dapat mengurangi kecepatan tubuh dalam memecah clozapine.