Sumber konten: istimewa
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, PINTU Incubator resmi meluncurkan Residency Program, inisiatif baru yang mempererat kolaborasi kreatif antara Indonesia dan Prancis. Program ini diumumkan dalam konferensi pers pada Rabu (9/7), bersamaan dengan ulasan capaian PINTU selama tiga tahun terakhir.
Diketahui bahwa Residency Program menghadirkan dua desainer muda Prancis yakni Kozue Sullerot dan Priscille Berthaud yang akan menjalani proses magang dan kolaborasi selama tiga bulan di Indonesia.
Selama di Tanah Air, mereka akan mempelajari batik di Jawa serta tenun di wilayah timur Indonesia, bekerja langsung bersama para artisan lokal.
"Residency Program ini adalah langkah nyata kami untuk memperdalam kolaborasi lintas budaya. Melalui program ini mereka langsung bekerja dengan para artisan dan melakukan proses kreatif bersama. Mereka bukan hanya mendapat pelatihan teknis, tapi juga mendapatkan pengalaman profesional dan personal,” ujar Thresia Mareta, Co-initiator PINTU Incubator sekaligus Founder LAKON Indonesia.
FYI nih Beauty, sejak diluncurkan pada 2022, PINTU telah menghubungkan lebih dari 10.000 brand yang tertarik, memilih 51 peserta terinkubasi, dan melibatkan 86 mentor ahli, termasuk 33 dari Prancis.
Dengan adanya program ini bisa menjadi sarana pengembangan desainer muda melalui mentoring, pertukaran budaya, serta eksposur ke pasar global.
Selain itu, sebagai bentuk penguatan kerja sama internasional, PINTU juga menandatangani MoU dengan École Duperré Paris, salah satu institusi seni dan mode ternama di Prancis.
Penandatanganan dilakukan oleh Thresia Mareta dan Alain Soreil pada 28 Mei 2025 di Rumah Tradisional Kudus, disaksikan Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati dan Chairman JF3 Soegianto Nagaria.
“Saat Presiden Macron menyebut langsung program PINTU dalam pidatonya di Candi Borobudur, saya menyadari bahwa itu bukan hanya pengakuan atas program kami, tapi juga simbol kuat bahwa budaya, pendidikan, dan kreativitas bisa menyatukan dua bangsa,” jelas Thresia.
JF3 sebagai mitra utama juga menegaskan komitmennya terhadap industri mode berkelanjutan di Indonesia. “Kami tidak hanya merayakan kreativitas, kami berinvestasi di dalamnya dan mengarahkannya ke pasar nyata serta eksposur global,” ujar Soegianto Nagaria.