Menu

Dari SmartFin Day, Raditya Dika Ingatkan Pentingnya Kesadaran Finansial

16 Agustus 2025 17:45 WIB

Ilustrasi mengatur keuangan. (Unsplash/Sharon McCutcheon)

HerStory, Jakarta —

Penulis dan content creator Raditya Dika mengingatkan generasi muda agar lebih jujur pada diri sendiri dalam mengelola keuangan, khususnya di tengah budaya Fear of Missing Out (FOMO) yang kian marak.

Hal itu ia sampaikan dalam acara SmartFin Day 2025 yang digelar Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (15/8), dihadiri sekitar 1.500 mahasiswa.

Menurut Raditya, banyak anak muda kerap menyalahkan keadaan saat kondisi finansial memburuk, padahal akar masalahnya justru berasal dari keputusan diri sendiri.

“Bahaya self-serving bias adalah kita selalu mencari kambing hitam. Padahal kunci perbaikan finansial dimulai dari kejujuran pada diri sendiri,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memahami opportunity cost, yaitu potensi keuntungan yang hilang ketika uang dipakai untuk hal yang kurang produktif.

“Kalau uang habis untuk barang tren sesaat, bisa jadi kita melewatkan kesempatan mengambil kursus yang membuka peluang karier,” kata Raditya.

Pada gelaran yang sama, ia juga membagikan tips praktis untuk anak muda, mulai dari menunda pembelian setidaknya 24 jam untuk menilai urgensi, menimbang barang berdasarkan usaha yang diperlukan untuk mendapatkannya, hingga memastikan dana darurat dan proteksi tersedia sebelum mulai berinvestasi. 

“Investasi terbaik sering kali justru ada di keterampilan, bukan hanya di uang,” tambahnya.

Acara SmartFin Day 2025 ini merupakan bagian dari rangkaian Top Agent Awards (TAA) ke-38 yang digelar AAJI. Ketua AAJI Budi Tampubolon menegaskan kegiatan ini menjadi sarana literasi finansial bagi anak muda di tengah kompleksitas tantangan era digital.

“FOMO dan e-commerce sering membuat generasi muda terjebak perilaku konsumtif. Kami ingin membekali mereka dengan fondasi keuangan yang sehat sejak dini,” ujarnya.

Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, dalam kesempatan yang sama memaparkan metode pengelolaan uang 40-30-20-10 sebagai panduan budgeting.

Sementara Atria Rai, Chief Communications Officer AXA Mandiri Financial Services, menekankan pentingnya proteksi, dana darurat, dan pengelolaan utang sebagai fondasi keuangan sebelum berinvestasi.

Artikel Pilihan