Festival Tumpeng Nusantara 2025 (Istimewa)
Ada kabar seru buat kamu! Dalam rangka Hari Kemerdekaan RI ke-80, Indonesian Gastronomy Community (IGC) bareng Hotel Borobudur Jakarta dan Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) resmi menggelar Festival Tumpeng Nusantara 2025, Senin (18/8).
Dengan tema “Tumpeng: Makanan Kebanggaan yang Menyatukan Nusantara”, acara ini jadi ajang perayaan kuliner sekaligus pengingat kalau tumpeng bukan sekadar hidangan, tapi simbol syukur dan persatuan bangsa.
Menteri Kebudayaan RI, DR. Fadli Zon bahkan ikut hadir dan kasih pesan penting soal kuliner sebagai warisan budaya.
“Kementerian Kebudayaan selalu berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian dan pengembangan kuliner nusantara, baik melalui edukasi, promosi, maupun pengakuan hukum seperti penetapan. Warisan Budaya Tak Benda.Lebih dari sekedar makanan, kuliner dapat menjadi alat diplomasi budaya yang sangat efektif sehingga makin banyak negara yang mengenal Indonesia melalui makanannya,” ujarnya.
Menurut Fadli Zon, nasi tumpeng punya makna mendalam di setiap ritual adat, upacara keagamaan, sampai perayaan penting. Festival ini pun disebut sebagai momentum untuk memperkuat identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
Nggak berhenti di situ, Beauty. Ketua Umum IGC, Ria Musiawan, juga meluncurkan buku “Tumpeng Indonesia” di acara ini. Buku ini merangkum filosofi, sejarah, hingga aneka jenis tumpeng dari berbagai daerah.
“Tumpeng adalah lebih dari sekadar hidangan. Ia melambangkan perayaan, kebersamaan, dan nilai budaya yang diwariskan lintas genTumpeng adalah lebih dari sekadar hidangan, melainkan simbol perayaan, kebersamaan, dan nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap tumpeng mengandung makna mendalam, mencerminkan kearifan lokal dan identitas budaya Indonesiaerasi,” kata Ria.
Ketua APJI, Tashya Megananda Yukki, menekankan pentingnya anak muda tetap kenal tumpeng. Senada dengan itu, Karina Eva Poetry dari Hotel Borobudur menyebut festival ini bagian dari upaya pariwisata berkelanjutan.
Yang paling bikin meriah adalah Kompetisi Tumpeng Selamat yang diikuti 16 peserta dari sekolah dan lembaga pendidikan.
Universitas Asaindo sukses jadi pemenang berkat kreativitas mereka. Selain lomba, ada juga Pameran Tumpeng yang menampilkan 10 jenis tumpeng dengan cerita unik, asal-usul, dan makna masing-masing.
Koordinator penerbitan, Arief Djoko Budiono, bilang buku “Tumpeng Indonesia” hadir untuk mendokumentasikan resep autentik maupun inovatif. Sedangkan Ketua Dewan Pakar IGC, Pudyotomo A. Saroso, menambahkan tujuannya adalah menginspirasi generasi muda agar bangga dengan warisan kuliner nusantara.
Lewat rangkaian acara ini, Festival Tumpeng Nusantara 2025 jadi ruang buat kita merayakan kuliner tradisional sambil mengingat bahwa tumpeng adalah identitas dan kebanggaan bangsa.