Sumber: istimewa
Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025 resmi diluncurkan Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI). Memasuki tahun ke-16, program ini digelar mulai September hingga Desember dengan tema “Cek Gigi dan Gusi – Bebas Biaya, Bebas Cemas, Bebas Ribet” yang menyoroti pentingnya kesehatan gusi.
Acara peresmian BKGN bertepatan dengan Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) pada 12 September. Kementerian Kesehatan RI yang diwakili Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, dr. Elvieda Sariwati, menyatakan masalah gigi merupakan penyakit terbanyak yang ditemukan dalam program cek kesehatan gratis Kemenkes.
“Hal ini menunjukkan bahwa masalah gigi perlu ditanggulangi bersama. Momentum HKGN menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran melalui upaya promotif dan preventif,” ujar dr. Elvieda dikutip Senin (22/9/2025).
Ketua PB PDGI, drg. Usman Sumantri, MSc, menjelaskan perhatian khusus tahun ini diberikan pada penyakit gusi. Menurutnya, penyakit gusi merupakan masalah kedua terbesar setelah gigi berlubang, namun sering terabaikan karena gejalanya samar.
“Jika dibiarkan, penyakit gusi tidak hanya memengaruhi kesehatan mulut, tetapi juga berisiko menimbulkan penyakit sistemik seperti jantung, stroke, hingga komplikasi kehamilan,” ujar drg. Usman.
BKGN 2025 menargetkan pelayanan gratis bagi 28.000 masyarakat di 30 Fakultas Kedokteran Gigi dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan di Indonesia. Layanan meliputi pembersihan karang gigi, penambalan, aplikasi fluoride, hingga pencabutan gigi. Selain itu, 55 cabang PDGI akan menggelar edukasi kesehatan gigi di sekolah-sekolah hingga ke daerah terpencil, termasuk Simeulue (Aceh), Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah), Jeneponto (Sulawesi Selatan), dan Sorong (Papua).
“Seluruh pelayanan diberikan oleh dokter gigi berkompeten, dan masyarakat dapat mendaftar secara online melalui situs www.tanyapepsodent.com,” kata drg. Ratu Mirah Afifah, Personal Care Community Lead Unilever Indonesia.
Ketua AFDOKGI, Prof. drg. Suryono, Ph.D, menambahkan edukasi mengenai tahapan penyakit gusi penting disampaikan ke publik agar masyarakat dapat melakukan deteksi dini. Sementara Ketua ARSGMPI, drg. Julita Hendrartini, menekankan pembersihan karang gigi rutin terbukti menjadi tindakan yang paling banyak dibutuhkan masyarakat selama 15 tahun BKGN berjalan.
Menambah semarak acara, band GIGI turut mengedukasi masyarakat melalui remake jingle Pepsodent berjudul “Rahasia GIGI Kuat adalah GUSI yang Sehat”. Vokalis Armand Maulana menyebut keterlibatan mereka sebagai bentuk kontribusi melalui musik untuk mengajak masyarakat menjaga kesehatan gigi dan gusi.
Sejak pertama kali digelar pada 2010, BKGN telah memberikan layanan dan edukasi gratis kepada lebih dari 2,7 juta masyarakat di seluruh Indonesia.