PT Hexpharm Jaya berkolaborasi dengan ShePlans.id (Istimewa)
Moms, kehadiran buah hati menjadi salah satu pelengkap dalam rumah tangga. Namun, ada banyak hal yang harus diperhatikan Moms, salah satunya Family Planning. Dijelaskan oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSU Bunda, dr. Olivia Oktaviani, Sp.OG, betapa pentingnya Family Planning demi mencegah ibu terjangkit kanker serviks.
"Family planning adalah upaya pasangan untuk mengatur jarak kehamilan demi kesehatan, ekonomi, sosial dan psikis. Kalau para ibu nggak peduli akan pentingnya planning maka bisa menyebabkan risiko kanker serviks, anak lahir prematur, kurangnya kasih sayang orangtua dan ASI bagi si bayi," terang dr. Olivia saat sesi tanya jawab, Jakarta (4/10/2025).
Bertepatan dengan World Contraception Day (WCD) 2025 atau Hari Kontrasepsi Sedunia, PT Hexpharm Jaya berkolaborasi dengan ShePlans.id (komunitas wanita) mengangkat topik “Family Planning for a Better Future: Healthy Beginnings, Happy Futures”. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk komitmen Hexpharm Jaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya family planning, sekaligus mendukung program pemerintah terkait kesehatan reproduksi.
“Hexpharm Jaya memahami bahwa kontrasepsi bukan sekadar pilihan medis, tapi hak fundamental bagi perempuan untuk memiliki kendali atas tubuh dan masa depan. Kami berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya family planning (perencanaan keluarga) dan memperluas akses kontrasepsi yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini selaras dengan pilar keberlanjutan Kalbe, yaitu access to healthcare dan inisiatif Bersama Sehatkan Bangsa,” ujar Group Marketing Head PT Hexpharm Jaya Laboratories, apt. Feri, S.Farm.
Feri menambahkan kegiatan edukasi tentang pil kontrasepsi sebagai salah satu pilihan yang aman dan efektif adalah upaya Hexpharm Jaya dalam mendukung program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), dan Kesehatan Reproduksi yang dilaksanakan oleh pemerintah.
Terlebih lagi, berdasarkan data FP2030 (global family planning partnership), hanya sekitar 42 persen perempuan usia reproduktif di Indonesia yang menggunakan kontrasepsi modern. Rendahnya penggunaan kontrasepsi juga menyebabkan 38 persen kehamilan di Indonesia tidak direncanakan dan berisiko meningkatkan angka aborsi tidak aman dan kematian ibu.
Kontrasepsi oral kombinasi (KOK) sendiri merupakan salah satu metode kontrasepsi modern yang efektif untuk mencegah kehamilan. Selain fungsi utamanya, KOK juga memberikan manfaat kesehatan tambahan bagi perempuan, seperti mengatur siklus menstruasi, mengurangi nyeri haid, memperbaiki jerawat terkait hormon, serta mengurangi gejala PMS atau PMDD (Premenstrual Syndrome atau Premenstrual Dysphoric Disorder).
Sementara itu, perencanaan keluarga (family planning) adalah upaya yang dilakukan oleh individu, pasangan, atau keluarga untuk mengatur jumlah anak, jarak kelahiran, dan waktu yang tepat memiliki anak, sesuai dengan kondisi kesehatan, kesiapan mental, sosial serta ekonomi. Perencanaan keluarga berfokus untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, yang turut meningkatkan kualitas hidup keluarga.
“Perencanaan kehamilan sangatlah penting bagi pasangan suami istri karena menyangkut kesehatan, kesiapan, dan masa depan keluarga. Tujuannya adalah mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, kontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi. Apabila kehamilan tidak direncanakan dengan baik, ada risiko kesehatan yang mungkin terjadi, yakni memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kualitas kesehatan ibu dan anak,” tutur Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSU Bunda, dr. Olivia Oktaviani, Sp.OG
Dokter Olivia juga menjelaskan pengaruh kontrasepsi pada kesehatan ibu. Misalnya, akses kontrasepsi dan perencanaan kehamilan dapat mencegah sekitar 30 persen kematian ibu di negara berkembang. Kemudian, dapat mencegah kehamilan berisiko karena kehamilan yang terlalu muda (<18>
“Dampak kontrasepsi pada kesehatan anak adalah menurunkan angka kematian bayi dan balita, yakni WHO mencatat jarak kelahiran yang tepat bisa mencegah hingga 10 persen kematian bayi. Kontrasepsi juga bermanfaat dalam meningkatkan status gizi anak dan mengurangi risiko bayi lahir prematur,” jelas dr. Olivia.
Berbicara mengenai KOK, dr. Olivia menambahkan, “Selain mencegah kehamilan, manfaat pil KB kombinasi atau kontrasepsi hormonal kombinasi yang berisi estrogen dan progesterin adalah menjaga kesehatan reproduksi perempuan. Di antaranya, mengatur siklus menstruasi, mengurangi nyeri haid, mengurangi perdarahan berlebihan,” tambahnya.
Selain mengadakan edukasi produk kontrasepsi hormonal oral agar perempuan Indonesia memiliki informasi yang benar dan dapat memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, Hexpharm Jaya juga menjawab tantangan ini dengan mendukung ketersediaan produk kontrasepsi hormonal oral yang berkualitas di Indonesia.
“Portofolio kontrasepsi oral kombinasi Hexpharm Jaya dirancang untuk memberikan pilihan yang lebih personal. Hal ini sesuai dengan rekomendasi WHO (2018) bahwa pemilihan kontrasepsi harus individual, mempertimbangkan kondisi medis dan preferensi perempuan. Melalui variasi ini, kami menjawab kebutuhan perempuan Indonesia dari berbagai segmen, baik yang mencari efektivitas, kenyamanan, maupun manfaat tambahan,” kata Senior Product Manager PT Hexpharm Jaya Laboratories, apt. Renata Andari, S.Farm.
Renata sepaham dengan dr. Olivia bahwa Pil KB kombinasi juga memiliki manfaat non-kontraseptif. Berdasarkan American College of Obstetricians and Gynecologists (2022), manfaat non-kontraseptif sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia, karena berhubungan langsung dengan kenyamanan, produktivitas, dan kesehatan jangka panjang perempuan.
Manfaat non-kontraseptif tersebut di antaranya mengatur siklus menstruasi, mengurangi nyeri haid, memperbaiki jerawat terkait hormon, dan melindungi dari risiko kanker ovarium dan endometrium, serta menurunkan risiko anemia akibat perdarahan berlebih. Anemia akibat perdarahan menstruasi, khususnya, masih menjadi masalah kesehatan. Data Riskesdas 2018 mencatat bahwa prevalensi anemia pada perempuan usia 15–49 tahun mencapai 23,9 persen. Kabar baiknya, pil kombinasi dapat menekan risiko anemia tersebut.
Selain itu, pil kombinasi juga terbukti mengurangi gejala PMS (premenstrual syndrome) seperti nyeri payudara, perubahan mood, dan kembung, yang mengganggu aktivitas. Di sisi lain, beberapa formulasi kontrasepsi oral kombinasi bermanfaat untuk mengurangi jerawat akibat hiperandrogenisme dengan menurunkan produksi sebum dan menghambat efek androgen pada kulit. Ini tentu memberi dampak positif pada kepercayaan diri perempuan, terutama di usia produktif.
“Produk Hexpharm Jaya mengutamakan kualitas terjamin, termasuk produk kontrasepsi oral yang variatif. Produk kami juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan perempuan, sehingga pil kontrasepsi oral kombinasi menjadi pilihan praktis, efektif, dan multifungsi yang dapat disesuaikan kebutuhan tiap wanita,” tutup Renata.