Menu

Ayu Utami dan Seniman Bergerak, Bentuk Suara Moral di Tengah Kasus Hukum

10 Oktober 2025 23:25 WIB

Ayu Utami (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, ada momen menarik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (10/10/2025) lho!

Sastrawan dan penulis novel, Ayu Utami, terlihat hadir memberi dukungan moral untuk Nadiem Anwar Makarim yang tengah menjalani sidang praperadilan atas kasus dugaan korupsi.

Menurut Ayu, langkahnya bersama sejumlah seniman dan aktivis datang bukan untuk politik, melainkan bentuk solidaritas moral. 

Ia menilai, tuduhan yang diarahkan kepada mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu bisa menimbulkan ketidakadilan dan meruntuhkan kepercayaan generasi muda terhadap negara.

“Kami datang untuk memberikan dukungan. Sebetulnya ada ketidakadilan di sini. Bukti-buktinya juga tidak seperti yang diberitakan, dan soal kebijakan seharusnya tidak dianggap sebagai tindakan korupsi,” ujar Ayu.

Ayu menambahkan, ia mengenal keluarga besar Nadiem sejak lama. Keluarga Makarim, kata dia, bukan nama asing dalam sejarah sosial-politik Indonesia. 

Sejak era 1966 hingga reformasi 1998, mereka dikenal sebagai keluarga yang berkomitmen terhadap nilai integritas dan keadilan sosial.

Bagi Ayu, persoalan ini bukan hanya soal hukum, tapi juga moral publik. Ia khawatir jika figur seperti Nadiem yang dikenal idealis justru diperlakukan tidak adil, generasi muda bisa kehilangan kepercayaan untuk ikut berkontribusi bagi bangsa.

“Kalau setelah berkontribusi mereka malah diperlakukan seperti ini, bagaimana generasi muda bisa percaya? Mereka bisa jadi takut,” tuturnya.

Kasus praperadilan dengan nomor 119/Pid.Pra/2025/PN Jkt.Sel ini sendiri diajukan tim kuasa hukum Nadiem untuk menggugat penetapan tersangka oleh Kejaksaan Agung. 

Tim menilai, proses hukum tersebut cacat formil dan materiil karena belum ada bukti kuat serta perhitungan resmi kerugian negara.

Lewat kehadirannya di pengadilan, Ayu Utami bukan hanya menunjukkan empati personal tapi juga mengingatkan pentingnya menjaga nurani dan keadilan di ruang publik.

Sekedaar informasi, aktivis Hamid Basyaib juga menyatakan keyakinannya bahwa Nadiem tidak melakukan korupsi. 

Ia menyebut keluarga Makarim dikenal antikorupsi, bahkan ayahnya, Nono Anwar Makarim, pernah menjadi anggota Komite Etik KPK. 

“Kasus ini mengejutkan. Semua yang mengenal keluarga ini tahu mereka punya integritas,” ujar Hamid pada Rabu (8/10/2025).

Artikel Pilihan